Sabar itu mustahil tanpa ilmu..
Seorang petani akan bisa sabar menunggu 3 bulan lamanya.. hingga padinya mengeluarkan bulir bakal beras, menguning dan akhirnya siap panen, hanya jika ia tahu ilmu tentang menanam padi.
Andai ia tak tahu..
Mungkin padi hijau yang baru berumur 3 minggu yang masih mirip rumput itu akan dicabutnya. Ia akan kecewa dan berpikir..
Semua usahanya sia-sia.
Nandur pari kok tumbuh suket teki..
Seorang ibu bisa sabar menunggu anaknya di dalam kandungan lahir hanya jika ia tahu timeline kehamilannya.
Semua kesabaran, pada ujungnya butuh pondasi bernama ilmu. Tahu kapan waktunya.. tahu berapa lama harus menunggu.
Ini pun yang diajarkan Nabi Khidir Alaihissallam kepada Nabi Musa alaihissallam..
وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ خُبْرًا
"Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"" (QS. Al-Kahf: 68)
Maka untuk bisa sabar..
Ternyata butuh pengetahuan. Terlebih sabar atas takdir Alloh..
Setidaknya ketahui 2 hal.
1. Bahwa ini semua tidak akan lama.
Selama-lamanya pun, cuma sampai mati saja. Hehehe..
Agak sedikit konyol.. tapi ya memang begitulah jawabannya.
Seberat apapun ujian, tidak akan pernah lama.
Karena sifatnya ujian itu..
● Waktunya sebentar
● Semakin lama semakin ringan.
● dan ujungnya menaikkan derajat.
2. Sabarlah. Karena seberat apapun ujian, hal itu tidak akan mencelakaimu. Sebab ujian itu dikirimkan oleh Dzat yang paling mencintaimu.