Berhati-hatilah mengucapkan kata "Capek" di depan pasangan.
Karena kata capek adalah tembok besar yang kau bangun antara dirimu dan pasanganmu.
Kata capek berarti peringatan kepada pasangan bahwa, "Aku sudah tidak punya waktu lagi untukmu. Aku sudah tak punya tenaga tersisa untukmu".
Kata capek, merebut hak pasanganmu atas dirimu.
Terlebih jika kata-kata itu keluar dari seorang suami.
Padahal bisa jadi.. sebelum engkau pulang, istrimu sudah membayangkan akan begini dan begitu bersamamu.
Mengajak melakukan sesuatu bersama. Mungkin pingin jalan-jalan keluar, makan bersama, minta dianterin, atau mungkin hanya sekedar ingin cerita.
Engkau merampas hak istrimu untuk mendapatkan perhatianmu, dimanja olehmu, dan mendapatkan waktumu.
Karena itulah, dahulu Rasulullah ﷺ setiap kali usai memimpin pasukan berperang. Sepulang ke madinah. Beliau memerintahkan pasukan untuk membangun tenda terlebih dahulu di luar kota madinah. Lalu mengutus seseorang untuk mengabarkan kedatangan mereka kepada yang di dalam kota.
Agar para laki-laki bisa membersihkan badannya, mengganti pakaiannya, dan tampil lebih segar terlebih dulu sebelum menemui keluarganya.
Demikian para istri juga agar punya waktu untuk bersiap menyambut suaminya di rumah mereka masing-masing.
Rasulullah ﷺ menghendaki agar jangan sampai, setelah berjuang untuk agama, justru malah orang rumah yang mendapatkan dampak kotornya, debunya, lesunya, kusutnya dan capeknya.
Terlebih cuma perkara urusan dunia.
Maka para suami... Jangan sampai dalih mencari nafkah, istrimu tidak mendapatkan kondisi fit-mu.
Anakmu tidak mendapatkan ceriamu dan puncak keramahanmu.
Ditambah lagi sebelum mereka mendekatimu, kau cegah dengan kalimat..
"Ayah capek.."
Karena kalau mau mengedepankan capek. Semua juga punya dalih capek.
Istrimu juga capek. Mungkin lebih capek.
Boleh mengungkapkan capek jika memang sudah tak tertahankan. Tapi ganti kalimat ungkapanmu..
"Sayang, aku butuh kamu banget ini. Rasanya pingin ditemenin kamu aja. Biar cepet pulih tenaganya".
Sambil menatap matanya, pegang tangannya, turunkan tone suara, mata berkerling dan senyum manis manja.
Dijamin, pasti dikira kerasukan, hehehe..
Tapi setidaknya.. itu menjadi sedikit upaya agar orang terdekat tidak merasa ditolak sebelum mendekat.
Nasihat ini semua juga berlaku untuk para istri.