Hidup itu yang paling penting..
Sekarang masih bisa makan, tidak ngrepotin orang lain, malah sesekali bisa membantu orang lain. Tidak maksiat dan masih inget sholat. Itu sudah amat sangat cukup.
Asal terus begitu sampai mati, insyaallah sudah jaminan masuk surga.
Nggak kaya-kaya amat gak papa.
Tidak terkenal..?? Tenang.
Nggak banyak yang memuji..?? Kalem.
Dianggap remeh..? Sloooww bos.
Hidup itu bukan untuk mengumpulkan label dari orang lain. Bukan untuk dianggap lebih dari orang lain.
Bukan pula ditentukan melalui pandangan orang lain.
Hidup ini untuk nyari selamet. Agar nanti tidak berat di yaumul hisab.
Jangan karena ingin terkenal, ingin banyak harta, atau kekuasaan yang berlebihan, malah nyentuh maksiat dan perkara yang menghinakan diri sendiri.
Guru saya menasihatkan..
Kalau pingin hidup selamat, fokus di 3 hal ini.
1. Jangan tinggalkan yang wajib. Ini jangan diprotes. Wong yang wajib itu sedikit.
2. Ambil amalan sunnah yang paling ringan. Nggak usah sok-sokan. Kita tidak sedang berlomba, tapi yang kita inginkan adalah istiqomahnya. Ringan itu memudahkan istiqomah.
3. Jangan sampai nyusahin orang lain. Karena semua amalanmu akan runtuh dan sia-sia ketika nanti di yaumul hisab ada orang-orang yang meminta tanggung jawab darimu atas kezholimanmu.
Wis sudah.. fokus 3 ini. Yang lain nikmati sambil jalan.
Bekerja, berkarir, bergaul dengan orang lain. Sesekali cari seneng dan jalan-jalan..
Jangan dibuat berat.
Waktunya makan ya makan.
Waktunya tidur ya tidur.
Waktunya sholat ya sholat.
Waktunya seneng ya seneng.
Waktunya sama keluarga ya dinikmati.
Jangan malah mikir sesuatu di luar Waktunya.
.
Istirahatkan pikiranmu dari sesuatu yang sebenarnya sudah Alloh atur dengan sangat baik.
.
Hidup itu saja sudah merupakan ujian. Jangan nambahin kesulitannya hanya karena pingin mendapatkan sesuatu yang belum tentu jika kita mendapatkannya, kita pasti bahagia dengan itu.