Siapapun yang membuka lebar-lebar matanya hanya untuk melihat kesalahan dirinya sendiri, maka jiwanya akan selalu menemukan jalan untuk memulai kehidupan yang baru dari waktu ke waktu.
Karenanya Alloh Subhanahu wa Ta'ala memberikan harapan atas kehidupan yang baik bagi mereka yang mau bertobat..
اِلَّا مَنْ تَا بَ وَاٰ مَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًـا فَاُ ولٰٓئِكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
"kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Alloh dengan kebaikan. Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 70)
Sebab orang yang fokus pada kesalahan dirinya, setidaknya akan melakukan 6 langkah menuju kesuksesan.
1. Introspeksi dan belajar dari kesalahan. (Tobat)
2. Berhati-hati agar tak kembali salah. (Takwa)
3. Mencari solusi agar kesalahan yang dibuat bisa diperbaiki. (Amal sholeh)
4. Rendah hati karena sadar pernah salah. (Tawadhu')
5. Mencari ikmu agar terus diingatkan (Ta'lim)
6. Menginspirasi orang lain agar tak mengalami kesalahan yang sama. (Syiar)
Sementara mereka yang lebih sibuk fokus kepada kesalahan orang lain, tidak akan pernah menemukan hal baru dalam hidupnya. Bahkan seringkali terjebak pada masa lalu yang itu-itu saja..
Alih-alih melihat masa depan baru dari kehidupannya sendiri, ia lebih senang hidup pada masa lalu kesalahan orang lain.
Dia dulu pernah menyakitiku..
Dulu dia nggak punya ilmu..
Dia dulu pernah punya aib ini dan itu..
Dulu dia pernah begini dan begitu..
Cukupkan diri dari menikmati kala melihat aib orang lain.
Cukupkan diri dari sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Terlebih jika itu telah dilakukannya di masa lalu.
Karena bisa jadi, ia telah bertobat dan Alloh sudah menerima tobatnya.
Jangan karena dendam dan benci, semua pesan Alloh tak juga kita mengerti.
Maka mulai sekarang, jika kita melihat orang berbuat salah kepada, jangan katakan "Semoga Alloh membalasnya..",
tapi katakanlah, "Inilah balasan atas kesalahanku sendiri, maka ampunilah aku Ya Alloh".