Setiap jiwa akan disatukan dengan yang sama.
Yang sefrekuensi, yang punya ketertarikan yang sama.
Jika ruhnya sama-sama suka kebaikan, ia akan berkumpul, akrab dan bertemu apapun caranya. Berpisah jauh pun, akan kembali dipertemukan dan saling merindukan.
Sebaliknya.. jika yang sama-sama suka kerusakan, mereka pun akan nyaman berkumpul satu sama lain. Saling merindukan, berkumpul dan kembali menyelenggarakan kerusakan bersama-sama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh itu (seperti) pasukan yang mengelompok, maka ruh-ruh yang saling kenal akan menjadi akrab, adapun ruh-ruh yang tidak saling kenal akan menjadi saling tidak cocok.” (HR. Bukhari)
Maka jika ingin melihat siapa dirimu..
Lihatlah siapa yang selama ini mendekat kepadamu. Karena mereka yang nyaman kepadamu, pasti melihat kesamaan karakter mereka dalam dirimu.
Jangan terburu-buru melihat orang lain yang selalu salah dan mendzolimimu. Sebab bisa jadi..
Ada sifat yang sama dalam diri kita sendiri, sehingga mereka yang dzolim yang mendekat kepada kita.
Karenanya..
Saat disakiti. Istighfar. Siapa tahu kita juga sering menyakiti orang lain.
Saat dikhianati. Istighfar. Mungkin kita juga kurang menjaga amanah.
Saat didzolimi. Istighfar. Karena bisa saja, ada banyak orang yang telah kita dzolimi pula di masa lalu.
Ubah kebiasaanmu, maka temanmu pun akan berubah.
Perbaiki kecondongan dan kecintaanmu.. karena itu pula gambaran teman yang nantinya akan mendekat kepadamu.
Mendekat kepada akhirat.. ditemukan pada yang serupa. Condong kepada yang Haq, yang seperti itu pula yang nanti akan merapat.