Setelah sekian lama.. akhirnya saya menyadari bahwa dunia ini memang penuh dengan keberagaman sudut pandang.
Akan selalu ada orang yang berbeda pandangan dengan kita.
Yang kita anggap benar.. bisa jadi salah di mata orang lain.
Yang kita nilai berharga untuk diperjuangkan.. terkadang malah ditertawakan orang lain karena dianggap sepele.
Pemberian yang menurut kita sudah banyak.. ternyata di mata orang lain, itu semua masih belum cukup.
Bahkan sesuatu yang kita anggap sebagai nilai-nilai suci pun, kadang hanya dianggap sebagai lelucon dan halusinasi oleh sebagian yang lainnya.
Dari situ saya paham 2 hal..
1. Jika akhirnya Alloh temukan dengan teman sevisi dan sepemikiran.. maka orang-orang itu haruslah kita pertahankan. Terlebih jika fokusnya sama dalam perkara agama dan akhirat.
2. Bahwa memang paling nyaman itu, hidup dengan melepaskan diri dari penilaian orang lain. Tak perlu validasi atau dipuji. Asal kita tahu arah tujuan kita sendiri.. nikmati prosesmu dengan sunyi.
Jangan banyak bicara. Dan jangan umumkan sebelum waktunya.
Jika nanti saat berhasil sudah tiba..
Yang selama ini dianggap aneh dan berbeda baru akan dimaklumi dan diterima.
Memang begitulah dunia..
Kadang kebenaran diukur hanya jika keluar dari mereka yang sukses dunianya..
Kalau sedang sudah dan gagal, nasihat pun dianggap cacian.