Jika kau melihat seorang suami yang gagah, menawan, cerdas, hebat, karismatik dan nampak sempurna di luar rumah.. ketahuilah bahwa ia pasti memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan juga.
Dan segala macam kelemahan dan kekurangan itu biasanya hanya akan ditampakkan di dalam rumah.
Terlebih kepada istrinya.
Karena memakai jubah kebesaran terus menerus itu melelahkan. Begitu sampai di rumah..?? Semua jubah itu ingin dilepas dan diletakkan.
Tersisa keluguan, kelemahan dan kekurangan.
Dan setiap suami beranggapan istrinya adalah baju pelindungnya yang terbaik.
Dan begitulah rumah tangga.
Berlaku aturan tak tertulis di dalamnya,
"Aku penutup kekuranganmu, dan kamu penutup kekuranganku".
هُنَّ لِبَا سٌ لَّـكُمْ وَاَ نْـتُمْ لِبَا سٌ لَّهُنَّ ۗ
"Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka." (QS. Al-Baqarah: 187)
Maka jika sampai seorang istri sudah menyerah untuk melindungi kekurangan suaminya, maka artinya sang suami sudah amat sangat kelewat batas.
Karena seharusnya.. seorang istri adalah benteng terakhir bagi setiap aib suaminya.
Istri adalah malam yang menyelimuti semua kekurangan suami sehingga tak nampak dari pandangan makhluk lain.
Istri laksana kuburan yang menyimpan bangkai aib suaminya rapat-rapat, hingga tak ada lagi aroma busuk yang tercium keluar kemana-mana.
Jika sampai seorang istri menyerah menjadi benteng terakhir.. itu artinya, ia sudah teramat kecewa.
Dan tidak ada hal yang lebih berbahaya dari kecewanya seorang wanita.
Jika ia seorang anak.. maka ia akan patah hati.
Jika ia seorang ibu.. maka ia akan mengutuk.
Jika ia seorang istri.. maka ia akan berhenti berharap dan melepaskan rahasia.
Jangan kecewakan wanitamu..
Karena seluruh istana yang kau bangun bisa ia runtuhkan dalam semalam. Dan semua rahasia yang kau simpan, bisa ia lepaskan tanpa bisa lagi ditahan.
Hormati wanitamu, muliakan dirinya.
Maka apapun yang kau bangun akan semakin kuat. Dan setiap aibmu akan terjaga amat sangat rapat.