Ada nasihat yang pernah saya baca di antara tulisan-tulisan hikmah yang berbunyi..
"Jangan biarkan orang lain terlalu banyak tahu tentangmu. Karena salah satu kunci kebahagiaan dan hidup yang indah, adalah tidak dikenali banyak orang."
Dulu saya meragukan tulisan itu..
Karena saya berpikir, kalau terkenal itu menyenangkan. Terkenal itu keren.
Namun seiring usia bertambah.. semakin sadar. Bahwa ternyata tidak dikenal orang secara mendalam itu amatlah nyaman.
Makin banyak yang mengenal.. semakin banyak pula orang yang memperhatikan kekuranganmu.
Semakin banyak yang tahu.. semakin banyak pula orang yang menyaksikan setiap khilafmu.
Jika orang lain terlalu banyak tahu tentangmu.. mereka akan menjadikanmu tawanannya.
Bahkan terkadang, ada yang akhirnya susah memperbaiki diri sebab banyak mata yang selalu menghakimi dengan keburukannya di masa lalu.
Diragukan orang-orang dan susah untuk memulai dari awal (karena terlalu banyak yang mengenalnya). Hingga akhirnya mereka berputus asa berubah jadi pribadi baru yang lebih baik..
Dan hari ini, itu semua terjadi.
Begitu banyak orang yang bahkan masalah pribadinya jadi perhatian publik karena ia dikenal luas.
Akibatnya.. bukan hanya dirinya sendiri yang terluka. Bahkan orang sekitar pun terkena dampaknya.
Saya baru paham..
Kenapa sebagian besar ulama punya tradisi Uzlah alias mengasingkan diri.
Karena ternyata.. mereka sudah lebih tahu ilmu ini. Bahwa hidup yang penuh sorotan, menjadikanmu kian jauh dari tenang.
Tak kuat iman jadi gerbangnya riya'.
Lemah iman, jadi sebabnya sedih yang berkepanjangan (jika aib terbuka).
Cukup jalani hidup dengan wajar. Jangan mencari kepopuleran.
Jika Alloh takdirkan, syukuri jadi wasilah menebar kebaikan dan manfaat. Namun jangan mencari kepopuleran, sebab nanti berujung pada ketidaktenangan.