Setiap kenikmatan selalu ada batas waktunya. Tidak mungkin abadi.
Sifatnya nikmat pasti pergi meninggalkan.
Entah kita yang meninggalkan nikmat, atau nikmat yang meninggalkan kita.
Berharap bahwa kenikmatan itu akan selalu ada selamanya adalah sebuah khayalan.
Dan ini awal dari kekecewaan.
Banyak manusia yang hidupnya jatuh dalam kecewa karena mengira bahwa semua akan selalu sama.
Terlebih jika tak dijaga..
Maka tugas manusia adalah memanfaatkan nikmat selagi masih ada untuk sebaik-baiknya penambah ketakwaan kepada Alloh.
Dan itulah syukur yang sebenarnya.
Bukan hanya sekedar berucap dengan lisan tapi minim rasa.
Karenanya kalau dapat nikmat dari Alloh, lakukan 5 hal :
1. Berterimakasih kepada Alloh Ta'ala.
2. Pakai untuk beramal sholeh.
3. Jangan jadikan alat untuk sombong kepada orang lain.
4. Jangan mencari yang tidak ada.
5. Dan miliki batas cukup agar tidak terjebak untuk terus mencari sampai lupa menggunakannya.
Mumpung masih ada..
Jadikan amal.
Mumpung masih ada..
Jadikan kenangan untuk bertakwa kepada Alloh.
Bukan hanya masalah harta.
Termasuk mumpung masih ada orangtua. Pasangan, anak-anak..
Syukuri.
Ajak mereka ibadah bareng-bareng. Jangan hanya diajak seneng-seneng.
Jangan ketika nanti sudah hilang, kita berkata..
"Andai saja, dulu.."
Dan itulah sebodoh-bodohnya kalimat.