Jangan susah hanya karena kamu tidak memiliki banyak teman..
Namun susahlah ketika engkau mendapati temanmu banyak, tapi yang sebanyak itu tidak mengajakmu mendekat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Bahkan dengan orang sebanyak itu.. ternyata Alloh tak mengizinkan mereka membantumu untuk mendekatkan diri kepadaNya. Itu yang harus kau sedihkan.
Karena fungsi teman itu tidak lain, tidak bukan adalah supaya kita semakin mudah mengingat Alloh.
وَٱجۡعَل لِّی وَزِیرࣰا مِّنۡ أَهۡلِی (٢٩) هَـٰرُونَ أَخِی (٣٠) ٱشۡدُدۡ بِهِۦۤ أَزۡرِی (٣١) وَأَشۡرِكۡهُ فِیۤ أَمۡرِی (٣٢) كَیۡ نُسَبِّحَكَ كَثِیرࣰا (٣٣) وَنَذۡكُرَكَ كَثِیرًا (٣٤) إِنَّكَ كُنتَ بِنَا بَصِیرࣰا (٣٥)
“…dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.” [Q.S. Taha: 29-35]
Adanya teman itu agar kita jadi mudah mengingat Alloh. Memuji Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Tujuan utamanya bukan untuk asik main bareng. Apalagi jika akhirnya hanya jadi sebab maksiat bareng.
Yang demikian adalah jenis teman yang kelak akan paling kita sesali.
يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَا نًا خَلِيْلًا
"Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku)," [QS. Al-Furqan: 28]
Teman di dunia itu menentukan urusan akhirat.
Terlebih jika teman itu adalah teman hidup alias pasanganmu.
Jika pasanganmu bukan orang yang mendekatkanmu kepada Alloh, segera berbenah. Nasihati dia.
Ajak dalam kebaikan..
Jangan sampai nanti justru mereka menjadi musuh kita di hari kiamat.
Bukannya cinta sehidup sesurga..
Tapi lawan di dunia dan juga lawan di akhirat.
Di dunia berselisih tentang ketakwaan. Di akhirat tak bisa saling menolong dan malah saling mengorbankan. (QS. Al Ma'arij: 10-14)