Salah satu akhlak terbaik menurut para ahli hikmah adalah tetap tersenyum dalam keadaan hati yang sedang merasakan pahitnya kehidupan.
Karena dengan tetap tersenyum saat keadaan terasa berat..
Sejatinya, seorang hamba sedang menjalankan 3 amalan mulia sekaligus.
Pertama, dia ridho kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan seluruh takdirNya.
Kedua, dia mencegah dirinya dari terjerumus kepada kufur nikmat.
ketiga, dengan tersenyum, dia membuat orang lain disekitarnya bahagia. Atau Minimal membuat orang berbaik sangka bahwa kita sedang baik-baik saja.
Oleh sebab itu, selain sholat, berdzikir dan berdoa.. mungkin tersenyum adalah amalan yang paling sering dilakukan Nabi Shollallahu'alaihi wassallam.
Sampai-sampai Abdullah ibn Al-Harits ibn Hazm Radhiallahu'anhu berkata, “Saya belum pernah melihat orang yang lebih banyak tersenyum daripada Nabi ï·º.” (HR. At-Tirmidzi)
Dan Jarir bin Abdullah Radhiallahu'anhu menguatkan dengan kesaksiannya,
"Rasulullah ï·º tidak pernah menolak izinku untuk melihatnya sejak aku memeluk Islam. Dan tidak pernah melihatku kecuali dengan tersenyum." (HR. Muslim)
Senyum kawan..
Karena itu adalah amalan yang mulia. Jangan gampang terjebak dalam kemarahan.
Saat kau marah.. perkataanmu mungkin benar, tapi caramu menyampaikan pasti salah.
Senyum kawan, agar kesedihanmu tak betah bersamamu.
Tapi ngomong-ngomong, sedih yang kita rasakan sesekali di dalam hati itu juga tak ada salahnya.
Kesedihan yang membawamu kepada Alloh, itu jauh lebih baik daripada kebahagiaan yang justru membuatmu berjalan menjauh dari Alloh Azza wa Jala.
Yuk senyum dulu..