Mereka yang menahan harta akan selalu menjadi budak dari hartanya. Justru yang gemar menginfakkan harta di jalan kebaikan, merekalah yang berhasil menjadikan harta sebagai pembantunya.
Pembantu yang kelak memudahkan urusannya di alam kubur dan di akhiratnya.
Semua pikiran tentang kehilangan, kekurangan dan keputusasaan tentang harta dan masa depan pasti bersumber dari setan.
اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْـفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَآءِ ۚ وَا للّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Alloh menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 268)
Setan senang menakuti kita dengan rasa kekurangan.
Begitu takut..
Akhirnya kikir, korupsi, menahan harta, tega kepada saudara, bakhil ke orang tua, melupakan kaum dhuafa. Itu semua hanya karena takut habis, kehilangan, dan tak aman.
Karenanya.. paksa diri untuk terbiasa mengalirkan harta. Agar kita menjadi tuan atas harta.
Mulai dari 3 langkah sederhana :
1. Sisihkan infak dan sedekah sejak awal setiap kali menerima rezeki. Bukan di akhir, apalagi nunggu sisa.
2. Miliki prinsip bahwa setiap kali memiliki sesuatu, harus jadi manfaat. Jangan sampai hanya diam dan akhirnya rusak, usang atau bahkan terlupakan.
3. Sadari.. bahwa setiap harta yang sampai kepada kita, tugas kita hanya untuk merawat dan kembalikan. Rawat dengan cara terbaik.. Dan kembalikan kepada Alloh dalam keadaan terbaik. Termasuk di dalamnya pasangan, anak-anak, dan jasad kita sendiri.