Ada orang-orang yang memutuskan untuk membuat dirinya selalu dalam kebingungan lantaran selalu memikirkan ketakutan yang belum tentu terjadi. Dan bersalah dengan apa yang telah terjadi..
Pikirannya hanya diisi dengan ketakutan akan masa depan dan penyesalan atas masa lalu. Dan ini yang sering kali membuat manusia jatuh dalam stress yang berulang.
Padahal..
Ada satu sisi lagi yang bisa dipikirkan untuk menjadikan hati lebih tenang dan bersyukur.
Yaitu nikmat dan rezeki yang ada di hari ini.
Dan Rasululloh shollallahu'alaihi wa sallam telah mengajarkan kita untuk itu..
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi)
Hidup tenang itu dimulai dari kemampuan melihat apa yang nyata dan ada di saat ini kawan.
Yang nyata..
Yang bisa dipegang.
Itulah nikmat. Syukuri dan gunakan..
Maka hatimu akan tenang.
Dan kegelisahan serta rasa takut, akibat banyak memikirkan yang belum terjadi dan yang sudah terlewatkan kemarin.
Serahkan besokmu kepada Alloh..
Dan ridholah dengan yang sudah terlewatkan.
Qona'ah dulu dengan apa yang di hari ini saja.
Rasakan udara yang masuk ke hidung. Pegang kulit yang masih menempel di badan. Lihat tangan yang masih ada, kaki yang masih sehat.
Ada makanan di meja makan..
Merasakan sejuknya air saat mandi.
Kasur untuk tidur.
Termasuk pasangan dan anak-anak yang masih bisa didengarkan suaranya.., itu adalah tanda adanya nikmat yang nyata.
Sebab ada yang begitu rindu dengan mereka (anak, pasangan dan keluarga), tapi yang dirindukan sudah tak lagi terlihat dan tak lagi bisa bersuara.
Itu semua nikmat Alloh saat ini yang harus disyukuri. Sebab besok, cerita kita masih misteri.
Hidup itu, tentang hari ini.
Jalani, dan syukuri.