Namanya masih hidup di dunia.. kalau nggak ketemu seneng, ya ketemu susah.
Tapi kalau sudah di akhirat isinya ya cuma seneng terus, kalau masuk surga. Atau susah terus kalau masuk neraka.
Kalau keadaanmu mau jelas. Ya nanti di akhirat. Statis.
Lah kalau masih di dunia, ya siap-siap dinamis. Berubah-ubah.
Kadang senang.. kadang susah.
Terima saja.
Tapi menariknya..
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan keduanya (susah-senang) bisa menjadi sebab untuk mendekatkan diri kepada Alloh.
Ada orang yang susah hidupnya, lantas menemukan tauhid. Imannya menguat dan kembali bertobat. Ada..
Ada yang saat diberi senang semakin bersyukur dan semakin banyak beramal sholeh. Ada..
Tapi sebaliknya..
Ada juga yang diberi senang malah kufur nikmat. Diberi susah tambah kufur.
Inilah dunia..
Maka jangan fokus dengan keadaanmu saat ini.
Fokus yang benar bagi seorang muslim adalah..
Apakah keadaan saya saat ini menjadikanku semakin dekat dengan Alloh atau sebaliknya.
Itu yang terpenting.
Jangan hanya pingin senang terus. Karena kesenangan terkadang jadi sebab terlena. Tapi juga jangan mengharapkan susah, belum tentu kita sanggup menahannya.
Nikmati saja..
Kalau diberi senang, jalani dan bersyukur. Diberi susah, ya jalani dan bersabar.
Nabi Shollallahu'alaihi wassallam bersabda..
"Alangkah mengagumkannya keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” [HR. Muslim]