Biasakan kalau dipuji manusia jangan terlalu seneng. Jangan terlalu Ge-Er. Jangan melambung..
Karena kita sama-sama tahu. Terkadang, pujian itu seringkali berlebihan.
Demikian pula ketika dicaci maki. Jangan terlalu sedih. Sebab kita juga tahu, caci maki juga seringkali berlebihan.
Sehebat-hebatnya pujian ada batas atasnya. Sejahat-jahatnya fitnah dan cacian, pasti ada batas terendahnya.
Senyumin aja..
Dan sadarkan diri saat mendengar semua itu. "Itu semua berlebihan.."
Saya melihat banyak orang yang hidupnya hancur bukan karena faktor keadaan. Namun karena terlalu bergantung dengan omongan orang lain.
Jika orang berkata baik dia senang dan semangat.
Ia mengisi hidupnya hanya untuk melakukan sesuatu dimana pujian orang-orang datang kepadanya di hal itu.
Tapi jika ia mendengar ada cacian dan kabar buruk tentangnya, ia bersedih berlarut-larut dan merasa bersalah hingga menyiksa dirinya sendiri.
Yang mendengar mikirin betul sampai ke dalam hati. Eh.. ternyata yang ngomong tidak pakai mikir.
Hehehe.. rugi.
Manusia yang cerdas adalah mereka yang tidak terlalu menelan semua pujian dan cacian.
Menelan banyak pujian jadi sebabnya sombong dan bangga diri.
Menelan terlalu banyak hinaan jadi sebabnya rendah diri dan keterpurukan.
Biasakan hidup tidak bergantung dengan apa yang keluar dari lisannya orang lain.
Agar tidak mudah lelah..
Agar tidak mudah capek..
Sekali tergantung dengan omongan orang. Maka hari-harimu akan terjebak untuk memenuhi harapan orang lain dari waktu ke waktu.
Sampai akhirnya lupa untuk memenuhi dan mengejar harapanmu sendiri.