Tulisan ini sudah saya siapkan sejak tahun lalu. Bahkan sejak sebelum ada calonnya dan siapa orangnya. Saya berani mengambil sumpah atas hal ini. Dan beberapa teman-teman sudah pernah saya sampaikan perihal ini.
Jadi, tulisan ini bukan untuk merujuk pada siapapun atau menyindir siapapun.
Saya menyiapkan tulisan ini sebagai jawaban ketika suatu saat orang bertanya saya condong kepada yang mana.
Jawabannya..
Biarkan tetap di dalam hati saya saja. Tapi izinkan saya menuliskan saja kriteria pemimpin yang saya pilih berdasarkan beberapa dalil yang saya yakini.
1. IMAN DAN AKIDAHNYA LURUS
Yang ini sudah jelas dan tidak perlu dijelaskan. Ini indikator paling awal tanpa bisa ditawar.
2. TIDAK MENAMPAKKAN KEMAKSIATAN
Orang punya salah itu pasti.
Khilaf itu wajar. Punya dosa sudah jelas. Namanya juga manusia. Tak mungkin ada yang sempurna.
Namun bagi seorang pemimpin, "Terlarang" bagi dirinya untuk mempertontonkan kemaksiatan. Sebab ini bisa menjadi hujah kerusakan di masyarakat.
Misal; ada seorang pemimpin gemar berjudi. Kalau dia berjudi di dalam rumahnya sendiri, tanpa ada orang yang melihat.. itu hak dia.
Itu cukup menjadi urusan dia dengan Alloh.
Tapi jika dia mengumumkan kepada publik bahwa dia senang berjudi. Maka rakyat bisa rusak dengan hal tersebut.
Jika suatu saat ada seorang anak ditegur orangtuanya, "Kamu jangan berjudi.."
Maka si anak bisa menjawab, "Pak Ketua saja juga gitu kok.. dan bisa jadi pemimpin".
Inilah hujah yang saya maksudkan bisa merusak masyarakat jika seorang pemimpin menampakkan kemaksiatan terang-terangan.
3. YANG SENANG MENDOAKAN RAKYATNYA
Rasulullah ﷺ ketika ditanya tentang kualitas pemimpin yang terbaik, beliau menjawab.
خِيارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ ويُحِبُّونَكُمْ، ويُصَلُّونَ علَيْكُم وتُصَلُّونَ عليهم، وشِرارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ ويُبْغِضُونَكُمْ، وتَلْعَنُونَهُمْ ويَلْعَنُونَكُمْ
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (HR. Muslim)
Dari keterangan Rasulullah ﷺ ada informasi menarik sebagai indikator pemimpin yang baik.. yaitu GEMAR BERDOA UNTUK RAKYAT.
Jadi, pilihlah yang biasa berdoa atau bisa mimpin doa. Itu lebih baik.
Yang tidak canggung jika harus berdoa karena tahu adab dan tata cara doa, tahu hal-hal terkait bagaimana supaya doa dikabulkan dan seterusnya.
Dan doa pemimpin, adalah salah satu doa yang mustajab lho.
Dalam hadits Riwayat Ibnu Majah, At Tirmidzi dan Ahmad. Disebutkan doa yang diijabah Alloh Ta’ala itu ada 3;
1. Doa orang yang terzholimi.
2. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka.
3. Dan doa dari pemimpin yang adil.
Kesimpulan.. pemimpin yang baik itu dekat dan biasa dengan Berdoa, Mendoakan dan Didoakan. Bukan mengandalkan kekuatan, relasi, koalisi apalagi kepintarannya saja. Dia bergantung kepada Alloh Azza wa jala.
4. YANG BAIK KEPADA KELUARGANYA
Dikatakan dalam sebuah syair..
"Siapa yang bisa mengurus dirinya sendiri dan keluarganya dengan baik, maka dia pantas mengatur orang lain".
Jika mengurus internalnya saja sudah tak bisa, apa yang bisa kita harapkan darinya.
Karenanya Rasulullah ﷺ bersabda..
"Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." Sebab ini adalah ukuran paling basic baik tidaknya seseorang.
Lihat keluarganya, maka akan terlihat kualitas kepemimpinannya.
Menulis ini bukan untuk cari perhatian.. saya menulis ini semata-mata agar kelak ketika saya diminta pertanggungjawaban oleh Alloh, saya bisa menjawabnya.
Sebab.. Salah satu orang yang kelak menyesal di akhirat adalah mereka yang salah memilih pemimpin.
Disebutkan dalam Al Qur'an..
"Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Alloh dan taat (pula) kepada Rasul.
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar." (QS. Al-Ahzab : Ayat 66-68)