Dulu ketika kita belajar matematika..
Saat ada satu materi yang dimana saat itu kita baru belajar dan mengalami kesulitan.
Biasanya guru kita justru tidak mau cepat-cepat melewati bab itu.
Beliau akan mengulanginya lagi dan lagi.
Sudah tahu muridnya nggak bisa.. Eh, dikasih soal itu lagi, itu lagi.
Padahal sang guru sudah tahu bahwa soal sebelumnya pun tidak bisa kita selesaikan dengan baik.
Tapi memang itulah niatnya..
Kita dibuat berhadapan dengan soal yang terus sama sampai kita bisa menyelesaikannya dengan sempurna.
Begitu selesai. Begitu berhasil, langsung pindah bab??? Belum juga ternyata.
Ehh diberi lagi soal yang serupa, cuma beda angkanya saja.
Kali ini tujuannya berbeda.. bukan untuk melihat apakah kita bisa menyelesaikannya atau tidak. Tapi untuk menilai apakah kita sudah paham konsep masalahnya atau belum.
Sebelum konsepnya kita pahami, maka soal pun akan terus diulang dengan variabel angka yang berbeda-beda berulang kali.
Tapi ini semua bukan tentang matematika.
Ini antara kita, ujian dan Alloh Azza wa Jala.
Pahami konsep tiap masalah.. agar masalah yang sama tak berulang terus menerus.
Dan saat satu masalah berlalu?? ingat..!!
Tak lantas setelah itu kita bisa bebas dari masalah. Tapi bersiaplah untuk bertemu dengan masalah baru lagi yang lebih menantang.
Begitulah cara kerja dunia bagi orang beriman. Dunia akan selalu membuatmu merasa sempit, susah dan berat dengan ujian yang datang silih berganti.
Agar kerinduanmu hanya tentang akhirat.
Kenyamananmu hanya urusan akhirat.
Cintamu hanya untuk akhirat.
Dan agar kita tak lupa, bahwa setelah semua ini, pada akhirnya kita pulang ke kampung akhirat.
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ
“Dunia adalah penjara bagi orang beriman.” (HR. Muslim no. 2392)