BETAPA MUDAHNYA BAHAGIA

03 March 2024 Andre Raditya

Bahkan, kebahagiaan itu bisa didapatkan dengan cara yang amat sederhana jika engkau tahu bagaimana caranya.. 

Karena bahagia itu selalu punya pondasi yang sama. 

 

✅️Pertama, bahagia tidak akan pernah datang kepada orang yang tidak mengingat akhirat. 

Mengingat dan mengejar dunia hanya akan selalu berakhir dengan kesedihan dan ambisi baru yang kian bertambah. 

Dapat ini besok ingin itu. 

Punya ini besok tertarik dengan yang itu. 

Karenanya.. kunci bahagia adalah ketika seseorang mengingat tentang akhirat, dan janji Alloh atas kehidupan yang sesudah ini.  

 

Sebagaimana Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam menenangkan para sahabat anshor saat kecewa atas pembagian harta pasca perang Hunain dengan kalimat indah ini.. 

"Mereka pulang membawa harta dunia, sementara kalian pulang bersamaku (Rasulullah).." 

Seketika.. para sahabat anshor pun ridho. Karena memang, obatnya kekecewaan atas dunia selalu adalah akhirat. 

 

✅️Kedua, bahagia hanya akan datang kepada orang yang punya ilmu agama. 

Tanpa ilmu agama, semua ujian dan cobaan di dunia pasti terasa berat. Tapi karena belajar ilmu agama, bahkan ujian terberat sekalipun akan dilihatnya sebagai nikmat dari Alloh.  

 

Sebagaimana Abu Hurairoh Radhiyallohu'anhu yang sampai jatuh pingsan sebab kelaparan karena tak punya makanan, tapi ia tak pernah sekalipun menyerah untuk belajar dan mencatat setiap ilmu dari Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam.  

Pun ketika Bunda Hajar harus ditinggalkan di lembah tandus bersama bayinya.. semua dinikmati dengan baik karena berbekal ilmu agama. 

 

✅️Ketiga, kebahagiaan itu, hanya pada urusan ketaatan kepada Alloh. 

Segala kesenangan yang bukan dalam rangka ketaatan, pasti akan hilang. Sesenang apapun seseorang dengan hiburan dinia, ia akan bosan dengannya.  

Sesuka apapun dengan makanan, suatu saat nafsunya akan hilang juga sebab jenuh. 

Tapi ketaatan kepada Alloh akan selalu membuat seseorang terikat dengan kebahagiaan yang berkepanjangan. Tak terikat pada benda, tempat, rasa dan waktu. 

 

Sebagaimana Nabi Yusuf alaihissalam yang ketika dipenjara masih berkata, "Penjara lebih aku cintai daripada mengikuti ajakan mereka untuk bermaksiat." [Baca: QS. Yusuf: 33] 

Sementara ada orang yang ketika dipenjara, ia begitu stress dan depresi.  

Bedanya?? Yang satu dipenjara karena taat, yang satu dipenjara karena maksiat.  

Sama keadaan.. tapi beda sebab, hati pun terasa beda merasakannya. 

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR
andre raditya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR

Kalau Alloh sudah memberikanmu 3 hal ini.. Maka berbahagialah. Sebab 3 hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia di dunia selamanya. D...

3 weeks ago Read
TAK BISA MELAWAN WAKTU
andre raditya

TAK BISA MELAWAN WAKTU

Ingatlah.. meski hari ini kamu kuat.. Terkenal, populer, punya banyak harta dan bisa mengakses semua kesenangan. Tapi ingatlah juga, suatu saat kam...

3 weeks ago Read
JANGAN BANYAK NGANGGUR
andre raditya

JANGAN BANYAK NGANGGUR

Pandai-pandailah jadi orang yang sibuk dalam amal sholeh. Cari kegiatan sebisamu.   Karena ketika engkau mulai banyak diamnya, banyak ngang...

3 weeks ago Read