Memang akhirnya perlu diakui, makin umur bertambah. Bekal syukur itu yang harus diperbanyak untuk dimiliki.
Tumbuh tua tanpa rasa syukur akan jadi sebabnya kesedihan dan kekecewaan terus menerus.
Berharap tua bisa hidup santai.. eh ternyata masih harus mencari nafkah.
Berharap saat tua dirawat anak.. eh ternyata anak-anak sibuk dengan keluarganya.
Berharap badan terus sehat.. tapi apa daya, satu per satu kelemahan fisik mulai terasa.
Karenanya.. Hidup itu hanya bisa dijalani dengan syukur yang harus terus bertumbuh dan bertambah.
Dan kalau dipikir-pikir, kurang bersyukur apa coba hidup ini??
Apa yang orang lain sedang minta dalam doanya. Mungkin kita saat ini sudah memilikinya..
Apa yang orang idam-idamkan.. mungkin kita malah sedang atau pernah menjalaninya.
Apa yang orang lain hari ini sedang tangisi..
Mungkin bagimu itu sudah cerita masa lalu.
Meski kebahagiaanmu tak semewah milik orang lain. Namun Alloh jadikan hidup kita sekarang lebih tangguh karena beragam macam cobaan sudah dilalui.
Itu pun adalah rezeki yang besar.
Tidak selalu kebaikan itu letaknya di masa depan. Dan sebagaimana gambaran angan-angan. Karena tak sedikit kebaikan yang Alloh berikan sebenarnya justru malah sudah ada saat ini.
Kita hanya perlu memunculkan kesadaran untuk merasakannya.
Maka saya selalu mengajak jamaah kami..
Sebelum tidur, sesekali coba pegangin apa-apa yang ada di rumah kita.
Pegang itu TV, Pegang itu kulkas, Pegang itu motor, Pegang itu HP dll..
Lalu rasakan terus bilang gini..
"Ya Alloh.. dulu gak kepikiran bisa punya, ternyata sekarang ada juga."
Yang sudah punya rumah.
Coba Pegang temboknya. Rasain..!!
Dulu itu cuma impian. Sekarang saat sudah nyata, mungkin kita sudah lupa mensyukurinya.
Yang punya anak.. coba lihat saat tengah malam. Saat mereka sudah tidur. Lihat wajahnya..
Perhatikan nafasnya yang naik turun.
Sudahkah kita berterimakasih kepada Alloh..
"Ya Rabb.. makasih. Anak saya sehat. Dan hadir di tengah kami mengisi keceriaan hidup. Maafin kami kalau kadang marah-marah. Padahal ini titipanmu."
Demikian pula yang sudah ada pasangan.
Lihatin. Seperti apapun wujudnya, dia rezeki Alloh. Hehehe..
Itu kalau dituker beras juga pasti gak sebanding.
Begitu-begitu.. mungkin dulu pernah direbutin banyak orang.
Maka syukuri, antum yang dapet. Alhamdulillah.