Mungkin hari ini, engkau sedang diuji Alloh dengan cobaan yang menyempitkan hati dan menyesakkan dada. Tapi jangan menutup fakta bahwa kemarin, Alloh telah begitu banyak memberi tawa dan bahagia.
Kenapa pada sebagian orang ujian terasa begitu amat lama. Dan pertolongan Alloh tak kunjung datang..?
Karena mungkin ia bersikap seolah tak pernah ada bahagia.
Begitu meratapi nasib.
Begitu sibuk bersedih.
Menyengaja merawat perasaan negatif dan kadang semakin disuburkan dengan bahasa tubuh yang mendukung perasaan hati semakin memburuk..
Badan membungkuk..
Mata sayu..
Mulut sudah tersenyum..
Dan jalanpun lemah tak bertenaga.
Bicara lirih.
Ditambah sengaja mendengarkan lagu yang membuat suasana hati semakin negatif dan terasa suram.
Ia mendesain sendiri hidupnya semakin kelam. Mendung hatinya semakin besar..
Dan hujan di air matanya semakin deras.
Seolah-olah ini adalah kesedihan abadi.
Seolah kemarin tak pernah ada bahagia yang Alloh berikan.
Seolah kemarin tak pernah ada tawa.
Dan seakan besok bahagia tak lagi ada.
وَاَ مَّاۤ اِذَا مَا ابْتَلٰٮهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْۤ اَهَا نَنِ
"Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinaku."" (QS. Al-Fajr: 16)
Jika hal itu terus kau lakukan..
Jangan salahkan ujian Alloh akan semakin lama.
Ubah sikapmu. Nampakkan syukurmu.
Perlihatkan ada bekas-bekas nikmat Alloh di dalam kehidupanmu.
Siratkan optimismu. Ubah setiap katamu menjadi lebih optimis.
Lembutkan doamu ke langit. Dan tersenyumlah ke setiap makhluk yang di bumi.
Dengan demikian..
Insyaallah.. kebaikan akan datang dengan segera.
Dan mendungnya hati akan berubah menjadi cerah dan indah.