Ada seorang anak yang ngerengek betul ke ibunya. Dia nangis sejadi-jadinya.
Apa sebab?? Karena si anak melihat di meja makan ada kue manis. Warnanya menarik. Bagus.
Terlihat enak dan menggoda.
Tapi si ibu melarang dan malah menyingkirkannya. Karena si ibu tahu..
Ini sudah basi. Nggak layak untuk anak tercintanya. Berbahaya kalau dimakan.
Meski tampilannya masih bagus.
Tapi ini kue sudah expired. Sisa acara beberapa hari lalu.
Namun si anak tetap nangis. Merengek dan minta terus tanpa menghiraukan himbauan ibunya.
Si ibu pun mengatakan, "Sabar.. nanti ibu kasih gantinya. Yang lebih sehat, lebih enak dan baru. Tapi nanti nak.. sabar."
Lagi, si anak tetap menangis. Tak terima dengan penjelasan ibunya.
Hatinya mulai berkata..
"Ibu jahat. Ibu nggak sayang. Orang lain aja dikasih. Anak sendiri malah dilarang."
Berakhir dengan si anak ngambek.
Mulai tak patuh sebagai akibat kekecewaan kepada ibunya. Karena hati sudah diisi dengan buruk sangka dan kemarahan.
Tapi kisah di atas bukan tentang kue. Bukan tentang anak. Bukan tentang ibu.
Ini kisah tentang Dunia, Hamba dan Rabb-Nya.
Ada banyak hamba yang terus memaksa minta dunia yang lezat menurut ukuran matanya. Harus sekarang..!!
Orang lain aja dikasih.
Masak yang sholat, yang sedekah, yang beramal sholeh malah ditunda-tunda.
Kata Alloh..
"Sabar.. nanti aku berikan yang lebih baik untukmu. Dunia itu meski menarik, namun tak bernilai. Tak lebih bernilai dari nikmat-Ku yang aku simpan untukmu."
Tapi lagi-lagi..
Kebanyakan kita sebagai hamba sudah terlanjur buruk sangka.
"Alloh tidak adil. Alloh tidak sayang.. Dan sebagainya."
Nabi Shollallahu’alaihi wa sallam bersabda:
فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
"Demi Alloh, sungguh, dunia itu lebih hina di hadapan Alloh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian". (HR. Muslim)
Dalam kesempatan lain, beliau Shollallahu’alaihi wa sallam menggambarkan..
“Seandainya dunia ini sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Alloh. Niscaya Dia (Alloh) tidak akan memberikan minum kepada orang kafir, meskipun hanya seteguk air”. (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)
Jika kau lihat dunia ini sepertinya mudah diambil dan dinikmati oleh mereka yang tidak beriman. Itu karena dunia ini tak memiliki nilai sama sekali.
Itu kue busuk.
Sabar dulu sebentar. Alloh sedang siapkan kue yang lebih nikmat. Yang lebih baik dan menyehatkan bagi kekasihnya yang beriman.
Insyaallah nanti lebih enak dan lebih aman.