Jika ada hati yang susah bahagia.. itu bukan karena tidak adanya harta.
Sebab, Alloh tidak menitipkan kebahagiaan pada harta.
Andai bahagia dititipkan syaratnya kepada harta, maka bahagia hanya akan dimiliki oleh mereka yang punya harta dunia saja.
Nyatanya.. ada begitu banyak mereka yang harusnya bahagia karena punya dunia, ternyata ia masih merasakan kesedihan yang berulang dan tak ada habisnya.
Karenanya..
Jika ada hati yang masih sulit bahagia..
Itu sebenarnya karena kurangnya amal ibadah yang dikerjakan.
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰ بٍ
"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (QS. Ar-Ra'd: 29)
Karena bahagia itu haknya jiwa.
Bukan haknya badan.
Jika hanya badan terus yang kau turuti haknya.. justru bahagiamu akan semakin jauh.
Namun jika jiwamu kau berikan haknya.. bahagiamu akan semakin dekat dan mudah.
Jika badannmu senang makan..
Jiwamu malah bahagia dengan puasa.
Jika badanmu senang bicara.
Jiwamu malah bahagia ketika diajak dzikir.
Jika badanmu senang tidur..
Jiwamu justru bahagia dengan Qiyamul lail.
Badanmu senang berkumpul dengan orang-orang..
Tapi jiwamu pada dasarnya senang bermunajat berduaan saja bersama Alloh.
Sebab itu..
Pegang lah beberapa amalan kawan.
Kerjakan semampumu. Latih sebisamu.
Karena semakin banyak yang bisa kau kerjakan. Semakin mudah jiwamu menemukan bahagia.