Dikatakan oleh sebagian ahli hikmah.. bahwa hal yang semakin menambah beratnya beban manusia adalah putusnya harapan.
Sebaliknya..
Yang bisa meringankan beban adalah memiliki optimisme. Punya harapan.
Dan sebaik-baik pemberi harapan dan tempat berharap adalah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
اَللّٰهُ الصَّمَدُ
"Alloh tempat bergantung (meminta segala sesuatu)." (QS. Al-Ikhlas; 2)
Karenanya..
Salah satu perilaku yang harus selalu dilatih dari seorang mukmin adalah mentalitas untuk selalu optimis (punya harapan) dan berharapnya hanya kepada Alloh.
Sayangnya.. hal ini, sering luput dikerjakan.
Kita bisa dengan enteng mengerjakan sholat.
Mudah sedekah dan menyantuni anak yatim.
Ringan melangkah ngaji.
Tapi begitu diminta baik sangka kepada Alloh, tetap optimis dan memiliki harapan baik di masa depan..?? seketika terasa amat berat untuk dilakukan.
Alhasil.. begitu banyak orang yang katanya beriman, namun hari-harinya penuh dengan kesedihan dan keputusasaan.
Ia jauh dari punya harapan.
Jangankan punya harapan atas masa depan.. sekedar bagaimana besok saja dia sudah kalut dan takut.
Putus asa sudah menjangkit hatinya..
Padahal putus asa adalah sesuatu yang sangat dibenci Alloh.
"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
Seberat apapun keadaan.. jangan putus asa.
Segelap apapun jalan hidup saat ini.. jangan sampai hilang harapan.
Mekah yang hari ini begitu ramai dikunjungi orang dan terang benderang dengan berbagai macam fasilitas yang nyaman.. dulunya adalah ladang tandus dan gersang.
Dan menjadi seperti sekarang.. sebab wasilah seorang wanita yang tak putus asa mencari harapan. Tidak sekali dua kali.. tapi sampai berkali-kali.
Begitu juga dengan hidupmu..
Semua akan terang kembali jika terus menjaga harapan.
Dan akan bangkit kembali ketika berharap hanya kepada Alloh.