Melihat Drama ala Coach STY (Shin Tae Yong) vs BTW (Bung To-Wel) membuat saya punya sudut pandang tersendiri.
Jangan-jangan, komentar pedas dan sikap sinis dari bung Towel (Tommy Welly) untuk Coach STY dan Timnas Garuda Muda itu disengaja.
Seperti peran Genzo Wakabayashi yang bersikap menyebalkan saat tim Junior Jepang bermain di piala dunia U-17.
Saat itu Wakabayashi mengolok-ngolok bahwa kualitas pemain Jepang masih tidak selevel dengan pemain Eropa dan tidak pantas bermain di Eropa.
Tujuannya adalah untuk menyatukan hati semua pemain Jepang. Khususnya untuk Kojiro Hyuga yang saat itu amat egois, dan merupakan rival dari Kapten Tsubasa.
Dan karena provokasi dari Wakabayashi, hati pemain tim Junior Jepang saat itu pun menjadi terbakar dan bersatu untuk membuktikan bahwa mereka mampu dan kuat. Hasilnya?? Tim Junior Jepang bersatu dan mengeluarkan potensi terbaiknya sampai di laga Final dan menjuarai kompetisi.
Mungkin bung Towel diam-diam juga sedang mengambil peran itu. hehehe.. baik sangka dulu.
Setidaknya, dengan semua polemik yang ada.. saat ini, bangsa Indonesia sedang dipersatukan karena sepak bola. Karena kecintaan kepada Timnas. Dan semua bersatu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk perjuangan Garuda Muda.
Tapi ada pelajaran menarik yang bisa kita ambil..
Terkadang untuk menyatukan hati banyak orang, perlu ada musuh yang disepakati untuk dilawan.
Tanpa Common Enemy, tak akan ada hati yang bersatu dan berjuang bersama-sama.
Dulu, di masa penjajahan, seluruh Rakyat Indonesia di berbagai daerah bisa bersatu lantaran kita bersepakat terhadap 1 musuh yang sama.
Kaum muslimin di era kepemimpinan Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam saat itu pun punya ikatan kuat persatuan dan persaudaraan karena musuhnya sama.
Hari ini.. kita seolah kehilangan arah.
Tak ada pemimpin yang bisa menyatukan hati.
Kita bingung menentukan, siapa musuh yang harus diwaspadai.
Karena tidak jelas siapa musuhnya..
Alhasil? Jadi seneng nyari musuh dimana-mana.
Saudara sendiri dianggap musuh.
Saudara sebangsa setanah air saling benci.
Caci maki antar anak bangsa sering terjadi.
Yang lebih miris lagi..
Saudara seiman seakidah dihujat habis-habisan karena satu kesalahan yang padahal, mungkin tidak disengaja. Atau karena tergelincirnya lisan.
Kita terlalu tajam kepada yang seharusnya menjadi teman seperjuangan. Tapi bersedia berjabat tangan dan ngopi bareng bersama mereka yang seharusnya kita tegas berseberangan.
Padahal Alloh sudah jelas menentukan siapa musuh kita..
Siapa lagi?? Setan yang terkutuk.
Cukup itu saja.
Cukup setan saja.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَـكُمْ عَدُوٌّ فَا تَّخِذُوْهُ عَدُوًّا ۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
"Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Fatir: 6)