Bersabarlah menghadapi pasanganmu..
Karena sejatinya, setiap pasangan adalah karunia dari Alloh yang mungkin bisa menyempurnakan kelemahan kita.
Alloh hadirkan beliau sebagai pelatih karakter akan kita lebih baik lagi.
Maka tak heran jika terkadang, pasangan kita adalah ujian yang paling menyita pikiran dan melelahkan batin.
Ya namanya pelatihan.. butuh waktu yang tak sebentar untuk bisa memenuhi harapan dan terlihat hasilnya. Dan butuh waktu yang terkadang panjang untuk beliau bisa menyelesaikan misinya (dari Alloh), sebagai pelengkap kehidupan kita.
Maka bersabar dulu.
Karena sejatinya, bukan hanya kita saja yang sedang bersabar. Namun beliau pun saat ini juga sedang diuji kesabarannya.
Sudut pandangnya saja berbeda.. tapi sebenarnya keduanya punya ujian yang sama.
Kita merasa benar.. beliau juga begitu.
Kita merasa sudah berjuang.. beliau juga tak mau kalah mengaku seperti itu. Tak akan ada habisnya.
Maka dalam setiap rumah tangga, kunci keharmonisan dan ketenangannya terletak pada 4 hal.
1. Kepandaian masing-masing pihak untuk menahan diri dari berkomentar buruk atas pasangannya. Terlebih di hadapan orang lain.
Karena komentar yang keliru akan membekas di hati. Melukai beliau. Dan bisa menjadi sebab hancurnya harapan untuk bisa memperbaiki keadaan.
2. Kemauan untuk sama-sama membuat nyaman kondisi saat di dalam rumah. Karena sejatinya, rumah tangga yang baik dimulai dari rumah yang nyaman untuk ditinggali. Sebagaimana sabda Rasulullah.. "Baiti Jannati".
Bukan karena luasnya, mewahnya atau modelnya. Tapi bagaimana suasana yang dibentuk dan dibangun di dalamnya.
3. Sikap peka untuk saling mau membantu kerepotan pasangan. Tidak ada yang namanya "ini bagianku, itu bagianmu".
Saling peka..!!! Lihat mana kerepotan yang harus dibantu agar kelelahan mental tidak menumpuk di satu pihak. Sebab lelah mental itu mudah merusak emosi dan menjauhkan diri dari rasa syukur.
Makin sering saling membantu, mental semakin waras.
4. Seberapa penting bagi keduanya melihat ibadah kepada Alloh ﷻ sebagai prioritas. Karena pernikahan itu sejatinya adalah ibadah.
Ketika ibadah kepada Alloh Ta'ala tidak lagi jadi prioritas di dalam rumah tangga. Kehancuran sisi-sisi lainnya hanya tinggal menunggu waktu. Termasuk ekonominya, akhlak keturunannya, kualitas komunikasinya. Dan seterusnya.
Makin besar perhatian yang diberikan kepada Alloh. Makin besar pula potensi keselamatan dan kebaikan sebuah rumah tangga.
Semoga kita termasuk orang yang diberikan kesabaran dalam mempertahankan rumah tangga dengan segala kebaikannya. Aamiin.