Islam itu menyuruh kita berbakti kepada kedua orang tua. Tapi islam tidak mewajibkan kita membuat orang tua harus bahagia.
Karena berbakti dan membahagiakan adalah 2 perkara yang berbeda ukurannya.
Alloh di dalam Al Qur'an memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua. Kata yang digunakan adalah "Ihsan" atau turunannya.
Bukan sa'id atau faroh (atau kalimat turunannya) yang berarti bahagia/ membahagiakan.
Tidak seperti bahagia yang butuh konfirmasi dari penerima perilaku untuk tahu benar tidaknya mereka merasa bahagia.
Berbakti itu tidak memerlukan konfirmasi dari penerima perilaku..
Berbakti itu perbuatan satu arah.
Bahagia itu seputar perasaan. Dan indikatornya beda-beda setiap orang.
Sementara berbakti itu pada perbuatan. Ukurannya jauh lebih mudah untuk bisa dilakukan dan dicontohkan.
Dan itu yang Alloh perintahkan.
Berusahalah sebisa mungkin memperlakukan orang tuamu dengan baik.
Rawat beliau. Lemah lembut kepada beliau, baik secara lisan dan perbuatan.
Berbakti itu tidak berarti memenuhi semua keinginan. Berbakti itu tidak sama dengan memberikan kemewahan.
Perintah Alloh ﷻ itu pasti bijaksana.
Karena nyatanya.. ada sebagian orang tua yang menganggap remeh pemberian anaknya. Tetap merasa kurang meski sudah diberi berbagai macam.
Bahkan tak sedikit yang terus menerus mengecilkan upaya anaknya setelah anaknya sudah memberi ini dan itu. Padahal bagi anak, untuk memberikan hal tersebut, mungkin perjuangannya sudah sedemikian hebatnya. Mengorbankan berbagai hal dari hidupnya sendiri dan keluarganya.
Dan nyata adanya, sebagian orang tua mengukur bakti dari berapa banyak yang bisa diberikan oleh anaknya.
Ini indikator yang salah.
Itulah kenapa perintah Alloh tidak tentang membahagiakan. Tapi tentang perbuatan berbakti.
Berbakti itu bukan tentang seberapa banyak dan seberapa mewah pemberian.
Tapi tentang sikap yang bertujuan memuliakan.
Asalkan caramu bermuamalah dengan orang tuamu sudah baik. Nada bicaramu rendah. Tutur katamu sopan. Masa tuanya tidak kau tinggalkan dan kau sia-siakan.
Dan tak ada niat dalam hatimu menyakitinya. Mempermalukan beliau. Atau merendahkan derajat beliau. Maka insyaallah itu sudah termasuk perbuatan berbakti.
Terlepas apapun penilaian balik dari beliau orang tuamu..
Alloh tidak membebanimu lebih dari itu.