SEMUA MULAI TERASA SAKIT KETIKA..

06 May 2024 Andre Raditya

Alkisah, ada seorang ayah tengah memboncengkan anaknya naik sepeda motor dalam perjalanan menuju pulang ke rumah dari sekolah. Qadarulah wa maa syaa'a fa'ala.. 

Motor yang dikendarai sang ayah terjatuh sebab menghindari laju kendaraan lain. 

 

Ketika terjatuh.. 

Sang anak yang dibonceng di belakang terpental. Terluka. Dan terlihat ada beberapa bercak darah terlihat di bajunya.. 

Seketika sang ayah langsung bangun dari jatuhnya.. anaknya digendong. Dan dengan segala upaya dibawalah sang anak ke klinik terdekat. 

Diserahkan kepada dokter dan perawat. Dan segeralah dilakukan pertolongan pertama kepada si anak. 

 

Begitu anak sudah diserahkan ke dokter.. 

Sang ayah duduk menunggu di ruang tunggu dengan lebih tenang. Nafasnya mulai teratur dan mulai bisa menerima keadaan. 

Ia mulai melihat keadaan dirinya. 

Rasa sakit yang tadi tak terasa mulai perlahan samar-samar semakin muncul, menguat dan nyata. Perih, pegal, panas di beberapa titik badannya. 

Ia mulai perhatikan.. ternyata kakinya sobek. 

Tangannya penuh luka lecet di berbagai tempat. 

Lututnya terluka cukup besar. 

Bahkan rupanya pelipis mata pun mengeluarkan darah hingga membasahi bajunya.  

Ia baru tersadar setelah pikirannya mulai fokus dirinya sendiri. Namun di saat tadi.. saat pikiran, hati dan ikhtiarnya hanya tertuju kepada anaknya. Seluruh sakit pada dirinya tidak terasa. 

 

Kisah di atas hanyalah kisah. 

Namun saya yakin, di antara kita pernah mengalami hal serupa dengan beberapa penyesuaian cerita detilnya. 

Yang intinya.. bahwa kita pasti pernah merasakan (terkhusus yang sudah jadi orangtua), ada moment dimana kita tak sedikit pun merasakan sakit saat pikiran hanya fokus kepada anak. Atau kepada orang yang kita sayang. 

Saat pikiran fokus pada keselamatan mereka.. 

Rasa sakit pada diri sendiri jadi yang nomer sekian. Pernah mengalami?? 

Saya pernah.  

Dan di situ saya mengambil hikmahnya. 

 

Cerita ini sebenarnya hanyalah gambaran. 

Bahwa ternyata, kita ini akan mulai merasakan sakit jika sudah mulai mikirin diri sendiri. 

Ada banyak rasa sakit yang sejatinya mulai akan banyak kita rasakan kalau mulai egois. 

 

Narasinya berubah menjadi, 

🗣Untuk saya.. 

🗣Punya saya.. 

🗣Harusnya saya.. 

🗣Karena saya.. 

🗣Saya dapat apa.. 

🗣Untungnya buat saya apa.. 

Begitu terus mikir tentang diri sendiri, biasanya rasa sakit akan semakin terasa semakin sering terjadi. 

 

Sebab itu.. Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam mengajarkan agar kita senantiasa memikirkan dan mementingkan orang lain. 

Punya makanan, bagikan ke tetangga. 

Saling memberi hadiah kepada orang yang sering ditemui. 

Bahkan jika pun tak ada materi yang bisa dibagi, Rasulullah ï·º masih mengajarkan kita untuk ingat dan mendoakan orang lain. 

 

Kenapa kira-kira?? 

Karena itu adalah amalan penghambat rasa sakit di dunia. Makin banyak berbuat dan memikirkan (hajat hidup) orang lain, hati akan semakin sehat dan bahagia. 

Insyaallah.. aamiin.  

Sebaliknya.. makin egois dan memikirkan diri sendiri, makin sakit rasanya dan semakin habis waktunya. 

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR
andre raditya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR

Kalau Alloh sudah memberikanmu 3 hal ini.. Maka berbahagialah. Sebab 3 hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia di dunia selamanya. D...

3 weeks ago Read
TAK BISA MELAWAN WAKTU
andre raditya

TAK BISA MELAWAN WAKTU

Ingatlah.. meski hari ini kamu kuat.. Terkenal, populer, punya banyak harta dan bisa mengakses semua kesenangan. Tapi ingatlah juga, suatu saat kam...

3 weeks ago Read
JANGAN BANYAK NGANGGUR
andre raditya

JANGAN BANYAK NGANGGUR

Pandai-pandailah jadi orang yang sibuk dalam amal sholeh. Cari kegiatan sebisamu.   Karena ketika engkau mulai banyak diamnya, banyak ngang...

3 weeks ago Read