Kalau badanmu merasakan cepat lelah, hatimu terasa penuh sesak, pikiran mudah penat tanpa sebab dan hidup seolah dikejar dengan beragam urusan yang menyempitkan waktu.
Dalam perjalanan hikmah saya belajar bahwa.. Itu pertanda:
1. Kita mulai sibuk mengurusi sesuatu yang bukan urusan kita.
2. Terlalu sering mengomentari hal yang tidak membawa manfaat.
3. Dan sudah terlanjur terbiasa mencari-cari informasi seputar aib dan kehidupan orang lain.
Saya, antum, kita semua..
Alloh ciptakan dengan misi khususnya masing-masing.
Tugas seorang hamba adalah memastikan dirinya selamat saat nanti kembali berhadapan dengan Alloh di yaumul hisab.
Di hari itu.. kita akan mempertanggungjawabkan tingkah laku kita sendiri.
Kita tidak akan dimintai tanggung jawab atas perilaku orang lain.
Terlalu ingin tahu urusan orang lain, terlalu banyak komentar dan terlalu sok sibuk mengurusi sesuatu yang bukan wilayah kita, sama saja seperti menambah muatan tidak perlu yang memperberat langkah perjalanan.
Handphone saja..
Kalau sudah terlalu banyak sampah aplikasi, kinerjanya semakin lambat. Lemot, berat dan cepat panas. Bahkan kadang sampai berakibat sistemnya eror dan rusak.
Jangan terlalu sering memasukkan "Data" tidak perlu ke dalam hati dan pikiran. Terlebih jika data-data itu adalah aib orang lain, masalah rumah tangga orang lain, kesalahan saudara seiman yang mungkin sudah ia tobati di masa lalu.
Kita masih menyimpannya. Padahal mungkin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala malah sudah memaafkannya.
Kita simpan semuanya bahkan terkadang menyengaja diri mencari dan mengusutnya.
Kita rela menjadi tempat sampah yang menampung cerita busuk. Sampai lupa bahwa diri sendiri juga punya aib dan kebusukan.
Kawan..
Ringankan langkah perjalananmu sebisa mungkin dengan membuang semua muatan yang tidak ada kaitannya dengan misi hidup kita.
Isi waktu dengan ibadah kepada Alloh.
Tegakkan yang wajib dan perbanyak yang sunnah.
Jika masih ada waktu, isi dengan banyak istighfar, sholawat, rajinkan amal sholeh.
Bantu orang lain yang kesulitan.
Dan belajar ilmu-ilmu yang membaguskan urusan dunia dan akhirat kita.
Selain itu, skip dulu.
Karenanya..
Setiap membaca dan mendengar kabar berita, langsung tanya ke diri sendiri.
"Apakah ini menambah imanku kepada Alloh?"
"Apakah hal ini bermanfaat bagi apa yang sedang aku kerjakan?"
"Apakah ini meringankan hisabku atau menambah berat hisab?"
Jika jawaban kesemuanya ternyata tidak, TINGGALKAN..!!