Tidak ada satu manusia pun di muka bumi ini yang terlewatkan dari fase hidup dikhianati.
Mulai dari manusia pertama.. yakni Nabi Adam Alaihissallam, sampai manusia paling mulia di muka bumi yaitu Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam pun. Semua pernah mengalami fase pengkhianatan.
Nabi adam dikhianati oleh Iblis ketika beliau sudah memberikan kepercayaannya atas apa yang dikatakan iblis.
Nabi Nuh dan Nabi Luth dikhianati oleh istrinya.
Nabi Yusuf dikhianati oleh saudara-saudaranya.
Nabi Musa dan banyak Nabi lainnya dikhianati oleh kaumnya sendiri.
Termasuk Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam pun mendapatkan pengkhianatan. Tak tanggung-tanggung. Paman yang dulu amat sangat menyayangi beliau pun justru berakhir sebagai musuh yang paling besar kebenciannya kepada Islam. Yaitu Abdul 'Uzza bin Abdul Muttalib. Atau kita lebih mengenalnya dengan julukan Abu Lahab.
Bukan hanya sekedar para Nabi..
Para pahlawan dan raja-raja pun mengalaminya.
Dari mulai Sultan Agung sampai Pangeran Diponegoro, semua pernah merasakan pengkhianatan.
Apalagi kita..??
Oleh karena itu.. hidup dengan harapan terbebas dari fase pengkhianatan adalah permintaan yang mustahil. Tak mungkin terjadi.
Yang sudah mengalami jadikan pelajaran..
Yang belum merasakan, bersiap-siaplah.
Namun yang lebih penting sebenarnya bukanlah memikirkan bagaimana cara lepas dari pengkhianatan.. akan tetapi yang paling penting mengambil pelajaran dan hikmah dari semua kenyataan ini. Bahwa;
1. Jangan terlalu menggantungkan harapan kepada makhluk bahwa mereka akan mencintai kita selamanya. Sebab, yang hari ini cinta, belum tentu besok masih setia.
2. Karena fase dikhianati sudah hampir pasti terjadi di semua orang termasuk kita, berlatihlah menguatkan hati. Jangan terlalu baper.
3. Bahwa tak jarang, yang paling berpotensi menjadi pengkhianat justru adalah orang-orang terdekat. Karena itu, berdoa dan minta perlindungan selalu kepada Alloh.
Semua hal tersebut terjadi lantaran Alloh ingin kita menyadari.. bahwa satu-satunya yang tidak pernah mengkhianati kita hanyalah Alloh.
Berikan kepercayaan tertinggimu hanya kepada Alloh Ta'ala. Dan berikanlah cinta terbesarmu hanya kepada Alloh saja. Dengan begitu.. hatimu akan jauh lebih mudah selamat.