Seorang istri adalah benteng terakhir atas mental dan keadaan batin seorang suami.
Mau seberat apapun keadaan di luar rumah yang dihadapi laki-laki. Begitu pulang ke rumah mendapati istri yang tenang dan menentramkan.. maka semua hal baginya berarti masih aman terkendali. Dan akan segera mampu diselesaikannya.
Dapat senyum dari istri saat pulang dari kepenatan pekerjaan sudah jadi sebab terkonfirmasinya satu hal bagi seorang laki-laki..
"Aku tidak dalam masalah besar."
Hehehe..
Namun, begitu seorang laki-laki dibuat kalut pikirannya oleh sang istri, seketika seluruh hal di luar rumah akan menjadi amat sangat berat.
Hal mudah jadi sulit..
Yang sederhana menjadi rumit..
Yang harusnya ringan, seketika menjadi berat.
Istri tidak senyum di dalam rumah sama dengan, "Hari-hari tenangmu sudah berakhir.
Karena itu wahai para istri..
Belajarlah tersenyum kepada suamimu.
Mungkin ia tak selalu membalas karena pikirannya sedang kalut atau fisiknya sedang lelah. Atau mungkin memang karakternya sedingin kulkas 2 pintu.
Tapi alam bawah sadar dan hatinya menangkap senyumanmu.
Terekam olehnya pesan, "Mas.. ada aku. Aku menemanimu. Aku ada untukmu. Aku siap meringankan bebanmu. Dan aku percaya kamu bisa menghadapinya dan menyelesaikannya."
Itulah hadiah paling istimewa bagi seorang suami ketika pulang ke rumah.
Dan memang salah satu kenikmatan pulang, adalah karena ada yang ingin ditemui.
Jadilah istri yang selalu ingin ditemui oleh suamimu.
Mungkin butuh banyak kesabaran dan banyak latihan keikhlasan. Tapi ke depannya.. akan jadi sebab baiknya sebagian besar keadaan.
Terbiasa senyum untuk suami adalah investasi jangka panjang. Tentu saja tidak langsung terasa hasilnya. Tapi yang pasti, kamu akan jadi yang paling istimewa.
Jika ditakdirkan bersama selamanya, dia akan bucin dan bersyukur atas kehadiranmu. Tapi jika sampai terpisah, ia akan mengingatmu selamanya, dan mungkin menyesal. Karena tidak akan pernah bisa menemukan lagi ganti yang sepertimu.
Dan untuk para suami..
Buatlah agar istrimu mudah tersenyum.
Hargai lelahnya, berikan perhatian untuknya meski sebentar di tengah kesibukanmu, penuhi nafkahnya dan ceritakan kebaikannya saat kau berkumpul dengan keluarga.