Jangan ngamuk jika banyak orang yang ikut komentar atas hidupmu.
Bukan mereka yang kepo atau yang sok ikut campur. Bisa jadi karena kita sendiri yang terlalu banyak mempertontonkan apa yang seharusnya menjadi privasi.
Salah satu hal lucu yang sering kita lihat di era sekarang adalah..
Orang-orang yang tak terima foto atau video seputar aktivitasnya dikomentari dengan komentar yang tajam oleh sebagian netizen. Padahal itu semua dimulai dari perilaku "Posting Everything".
Niat hati mungkin ingin dapat like atau pujian.. tapi justru tak jarang ada yang berakhir dengan panen hujatan. Lalu menulis..
"Kalian tidak tahu yang sebenarnya.."
"Kalian tidak mengenal saya.. hanya bisa komentar"
Dan beragam kalimat pembelaan senada.
Kawan..
Jangan marah ketika banyak yang berkomentar tentangmu jika dirimu sendiri yang menjadikan kehidupanmu seperti akuarium. Begitu transparan dan bisa ditonton dari semua arah dan sudut.
Di zaman seperti saat ini..
Bijaklah untuk memilih mana yang harus ditampilkan dan mana yang cukup kenjado konsumsi sendiri.
Maka perhatikan rumus ini..
Jika dalam beragam urusanmu sudah mulai banyak yang ikut campur dan berkomentar, mungkin kita sendiri yang sudah terlalu terbuka dan sudah jauh kelewatan.
Karena apa-apa yang dinampakkan, pasti mengundang pembicaraan.
Apa yang dimunculkan, pasti mengundang komentar.
Tidak selamanya menjadi sorotan itu mengasyikkan.
Ada kalanya.. berada di bawah radar adalah cara paling nikmat dan nyaman untuk menikmati indahnya kehidupan.
Bagikan hidupmu hanya kepada orang-orang tertentu saja, agar hidup tak terlalu banyak drama.
Namun kalau untuk rezeki.. tebarkan sekuat tenaga sampai-sampai semua orang mengira bahwa dirimu berlimpah dan bahagia.