Kita bisa amat sangat kasihan kepada orang lain. Tapi sering kali tidak kasihan kepada diri kita sendiri.
Lupa untuk beristirahat yang cukup.
Lupa makan yang layak.
Bahkan yang sering tidak kita sadari.
Kita terus menyuruhnya berpikir sampai ketakutan.
Membayangkan terlalu jauh ke depan sampai gelisah dan khawatir dengan masa depan.
Atau juga terkadang, diajak terus mengingat dan membayangkan masa lalu yang menyakitkan sehingga sedihnya tak hilang-hilang.
Kita sendiri adalah orang yang paling terakhir kita pedulikan.
Cukup kawan..
Kasihan dirimu yang terus dipaksa berpikir tanpa ujung. Yang besok ya sudah lihat besok. Yang nanti kita pikirkan nanti.
Yang penting, hari ini sudah berusaha yang terbaik. Sudah ikhtiar dan dipersiapkan.
Izinkan pikiranmu istirahat sejenak. Dan ajak ia bersabar dan tawakal.
Termasuk untuk yang sudah berlalu..
Sudahlah. Yang sudah lewat tak mungkin lagi bisa diulang.
Jangan terus dibawa hati sampai sakit. Biarkan hatimu belajar tenang dan ikhlas.
Karena jika bukan dirimu sendiri yang peduli kepada jiwamu. Tak ada lagi yang mau melakukan itu..
Dia sudah lama diabaikan, dan yang paling sering dikecewakan.
Ambil waktu sejenak untuk berhenti khawatir dan gelisah.
Syukuri hari ini. Dan berterima kasihlah pada jiwamu yang sudah menemani sampai sejauh ini.