Hidup ini hanya tentang menyaksikan dan disaksikan..
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍ
"Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan." (QS. Al-Buruj: 3)
Hari ini, mungkin kita menyaksikan aib orang lain. Tapi mungkin di lain waktu, aib kita yang disaksikan orang lain.
Kalau pun tidak di dunia.. sudah pasti kelak saat di yaumul hisab. Kala seluruh perbuatan kita dibuka dan dibongkar di hadapan seluruh makhluk.
Maka dari itu..
Jangan terlalu senang menyaksikan aib orang lain. Jangan menikmatinya.
Apalagi sampai sengaja mencari-cari dan memata-matai. Begitu dapat, dengan senang hati menyebarkan dan membicarakannya.
Mungkin hal tersebut begitu menyenangkan saat ini. Namun bisa jadi suatu saat, giliran kita yang disaksikan keburukannya. Dan pasti getir rasanya.
Jangan mudah komentar dengan apa yang saat ini dilakukan orang. Sebab kita tidak tahu persis apa-apa yang melatarbelakanginya.
Semua yang ada di dunia ini hanya sebatas bisa menduga.
Kita menduga salah.. ternyata belum tentu.
Kita mengira benar.. eh ternyata malah menipu.
Dunia ini tempatnya bermain peran. Kita berlomba-lomba menunjukkan yang baik-baik di hadapan orang lain.
Sekeliling kita sejatinya hanya para pemain..
Ada yang topengnya tebal, ada yang tipis.
Mau dia orang baik atau orang jahat. Semua punya kecenderungan menampilkan hanya yang baik-baik saja.
Bedanya..
Orang baik menunjukkan yang baik-baik karena Alloh menyuruh untuk menyembunyikan aib.
Sementara yang jahat menunjukkan yang baik-baik untuk memperdayai dan menipu orang lain.
Islam mengajarkan..
Jangan cuma menunjukkan yang baik saja saat di depan makhluk. Tapi juga saat disaksikan Alloh.. alias seterusnya.
Mau saat sendiri..
Mau saat sepi..
Mau saat dilihat atau tidak..
Mau ada yang memuji atau tidak. Harusnya sama-sama tetap baik.
Ini namanya Ihsan. Level tertinggi perbuatan seorang mukmin adalah Ihsan.
Yakin dilihat Alloh kapanpun juga.
Karena ada 3 hal yang paling sulit di dunia ini kata Imam Syafi'i.
1. Bicara benar di hadapan orang yang ditakuti.
2. Sedekah di saat sempit.
3. Dan tidak maksiat saat sendiri.