Tidak semua orang yang berkurban itu adalah orang yang mampu dan longgar hartanya.
Tidak sedikit orang yang berhasil menjalankan amal Qurban dengan cara memaksa dirinya sampai ditingkat keadaan yang amat kritis.
Perasaan khawatir, takut, cemas bertarung melawan ketaatan yang didasari iman dan ketakwaan.
Bahkan banyak juga yang ketika menyerahkan uangpun.. hati dan tangannya sampai bergetar karena berusaha melawan rasa berat dan godaan enggan dari hatinya.
Tapi memang itulah esensi Qurban..
Ketika rasa takut kehilangan akan dunia justru dengan sengaja kita lawan.
Harus malah sampai gemetar di hati.
Justru harus malah sampai ngerasain hati nggak karuan rasanya.
Gemetar pada awalnya.. namun begitu berhasil?? Anehnya di hati terasa ringan dan bahagia.
Hidup juga tak jauh beda dengan Moment BerQurban.
Ada sekali waktu hidup ini begitu lapang sampai ujian apapun rasanya biasa saja.
Namun ada pula masanya, Alloh akan tempatkan kita di satu keadaan dimana hati diuji keikhlasannya.
Berat untuk menerima keadaan..
Berat untuk bisa ikhlas atas apa yang harus terjadi. Apalagi karena sudah terlanjur..
Berat untuk lisan mengatakan iya..
Bahkan mungkin untuk bisa tetap bergerak maju, ada hal besar yang harus kita korbankan hingga membuat hati dan tangan gemetar karena dihadapkan pada pilihan yang sama-sama berat dan sulit.
Tapi jika nantinya sudah berhasil dilakukan..
Yang ada justru hati malah tenang dan bahagia.
Tenang sebab tidak punya sandaran lain kecuali Alloh..
Dan bahagia sebab tahu bahwa ini adalah bagian dari ujiannya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.