Setiap kebaikan yang hari ini kita lakukan, tidak selalu kita pula yang memanennya.
Bisa jadi, anak keturunan kita yang akan mendapatkan kemudahannya.
Pahalanya tetap tercatat.. Dan akan kita rasakan manfaatnya di akhirat.
Namun kadangkala, wujudnya di dunia memang Alloh simpan untuk anak keturunan kita di kemudian hari.
Dalilnya??
وَاَ مَّا الْجِدَا رُ فَكَا نَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيْمَيْنِ فِى الْمَدِيْنَةِ وَكَا نَ تَحْتَهٗ كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَا نَ اَبُوْهُمَا صَا لِحًـا ۚ فَاَ رَا دَ رَبُّكَ اَنْ يَّبْلُغَاۤ اَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ ۚ
"Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu." (QS. Al-Kahf: 82)
Perhatikan..!!!
Ternyata.. lantaran seorang ayah yang sholeh. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sampai mengirimkan 2 nabi (Nabi Musa dan Nabi Khidr Alaihissallam) untuk "menjaga" 2 anak yatim dan hartanya.
Maka jika hari ini antum dapati satu dua hal kebaikan yang antum lakukan tak nampak hasilnya. Berbaik sangkalah..
Lalu doa.. "Ya Rabb, jika memang bukan hamba yang menerima balasannya, jadikanlah semua kebaikan sebab kemudahan dan kesholehan anak keturunan hamba."
Saya jadi teringat..
Dulu ibu saya setiap kali ada hajatan, selalu diminta di bagian cuci piring. Di belakang.
Yang disuruh-suruh dan yang pulang paling akhir setelah semua bersih.
Ketika yang lain di depan makan-makan, ibu saya selalu di belakang. Bahkan tak terkecuali di acara saudaranya sendiri pun. Mungkin karena yang paling miskin di kampung saat itu.
Saya sempat marah dan tak terima.. seolah ibu saya dijadikan jongos mereka saat itu.
Saya kasihan melihat capeknya beliau dan kadang pun tak dapat penghargaan layak.
Tapi ibu saya dengan sabar menjawab..
"Nggak papa. Ibu begini, biar nanti jadi sebab mudahnya hidup anak-anak ibu."
Masyaallah.. Hadza Min Fadhli Robbi.
Mungkin itulah yang jadi sebab Alloh ﷻ bukakan kemudahan di beberapa urusan untuk kami anak-anaknya di saat ini.
Dari situ saya belajar..
Apapun kebaikan yang kita lakukan.. tidaklah pernah sia-sia. Insyaallah.
Kalau bukan kita, keturunan kita yang mendapatkan hasilnya.
Kalau kata orang jawa..
"Ora kudu menangi menange.."
(Tidak harus kita yang melihat hasilnya)