Salah satu terapi hati yang sejak 5 tahun terakhir saya praktekan dan juga saya sarankan ke banyak jama'ah kami agar hati lebih sehat adalah..
Membiasakan diri untuk siap tidak mendapatkan perhatian.
Biasa saja jika tidak disapa.
Biasa saja jika tidak dianggap
Biasa saja jika tidak diajak.
Biasa saja jika tidak dilibatkan.
Biasa saja jika tidak dihormati.
Karena kalutnya keadaan hati seringkali diawali dari menganggap penting diri sendiri.
"Saya terhormat.."
"saya penting.."
"Saya harusnya diajak.."
"Saya harusnya dimintai pertimbangan.."
"Nama saya harusnya disebut.."
"Harusnya mereka datang berterimakasih.."
Dan seterusnya.
Hidup dengan kerangka berpikir seperti itulah yang akhirnya membuat hati cepat lelah dan mudah memburuk suasananya.
Kecewa karena ekspektasi yang dibuat sendiri. Gampang merasakan sakit karena terjatuh dari angan-angan sendiri yang terlalu tinggi.
Bersiap untuk selalu tidak diperhatikan adalah langkah paling realistis bagi mereka yang ingin mengurangi sebab-sebab memburuknya keadaan hati.
Karena salah satu hal yang paling nikmat di dunia ini adalah berjalan santai di muka bumi menikmati kebesaran Alloh tanpa ada yang mengenali.
وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salam,"" (QS. Al-Furqan: 63)