Salah satu ujian yang paling sering akan kita hadapi adalah ujian berupa prasangka dari orang lain..
Dan kita tak akan pernah lepas dari itu.
Mau melarang seperti apapun tak akan bisa. Mau mencegah seperti apapun tak akan mampu.
Karena kita tidak selalu memiliki kesempatan untuk menjelaskan.
Mana paham mereka dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Mana mau mereka mengerti dengan apa yang kita rasakan.
Mana mau mereka bertanya kenapa kita mengambil satu langkah dan suatu keputusan.
Mereka seperti biasanya..
Menduga dari yang dilihat.
Menilai dari akhirnya.
Menghakimi dari cerita.
Tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang kita alami.
Kesimpulan yang diambil lebih banyak menuruti keinginan pikiran mereka sendiri. Asal memuaskan hatinya. Seperti itulah kita menurutnya.
Bagi mereka..
Keterbatasan yang kita miliki tak selalu bisa jadi alasan.
Yang kita rasakan tak menjadi wilayah yang harus mereka pedulikan.
Namun meski demikian adanya..
Jangan lantas tidak bergaul. Karena memang lewat manusia lain lah kita akan diuji. Dan di situlah Alloh ﷻ akan menambahkan cinta-Nya untuk kita.
Atau mungkin juga..
Kita pun pernah jadi seperti mereka. Yang gampang melemparkan buruk sangka kepada orang lain.
Tetap tahan diri dan sabar.
Tunjukkan bahwa dirimu adalah seorang muslim. Yang meski diganggu dan diberikan buruk sangka, tapi tetap mampu bersabar. Dan tetap memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Maka Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam bersabda.
الْمُؤْمِنُ الَّذِى يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka.” (HR. Tirmidzi)