Namanya Abu Darda Radhiallahu'anhu..
Sebelum mengenal Islam, dia adalah salah satu saudagar kaya raya di madinah.
Melalui sahabatnya, Abdullah bin Rawahah, Islam masuk ke dalam hatinya.
Abdullah bin Rawahah Radhiallahu'anhu yang lebih dulu masuk Islam begitu bersemangat untuk mendakwahi sahabat dekatnya ini. Abdullah bin Rawahah tahu, Abu Darda' punya satu berhala yang sangat dicintainya.
Ia pun langsung menuju ke rumah sahabatnya. Dan masuk tanpa permisi ke dalam kamar khusus tempat berhala Abu Darda' berada. Membantingnya sampai hancur berkeping-keping, lalu pergi begitu saja.
Sepulang dari keperluannya. Abu Darda' langsung menuju ke kamar berhala kesayangannya.. mendapati berhalanya hancur berantakan.
Istrinya sudah gemetar ketakutan membayangkan kemurkaan suaminya. Namun Abu Darda' justru terdiam tenang menemukan ketauhidan.
Abu Darda' merenung..
"Kalau berhala ini tidak mampu melindungi dirinya sendiri. Bagaimana ia akan menyelematkanku."
Segera Abu Darda' menemui Abdullah bin Rawahah. Meminta sahabatnya untuk mengantarkannya kepada Nabi Shollallahu’alaihi wa sallam. Dan Abu Darda' pun mengucapkan dua kalimat syahadat.
Cahaya Islam masuk begitu dalam ke hatinya. Hidayah Alloh didapatkannya, dan mengubah seluruh hidupnya.
Dan setelah Islam menyentuh kehidupannya..
Abu Darda' Radhiallahu'anhu menjelma menjadi manusia baru. Dari saudagar yang kaya raya, menjadi manusia yang dikenal karena kezuhudannya yang luar biasa.
Diriwayatkan, ia pun menjual rumahnya dan memutuskan untuk pindah ke rumah yang lebih sederhana, di pinggiran kota.
Perubahannya menarik perhatian para sahabatnya yang dulu mengenalnya sebagai saudagar sukses yang kaya raya. Hingga akhirnya.. mereka pun memutuskan untuk mengunjungi Abi Darda'.
Sesampainya bertemu..
Melihat keadaan sahabat mereka yang tak lagi sama..
Para sahabat Abu Darda' pun bertanya.
"Kemana seluruh harta yang dulu..??"
Seolah mengerti maksud kedatangan para sahabatnya.. dan ingin memuaskan rasa penasaran sahabatnya, Abu Darda' pun menjawab..
"Apakah kalian tidak tahu bahwa aku sedang membangun sebuah rumah yang megah, yang nantinya akan aku tempati untuk waktu yang lama..?? Karenanya.. saat ini, seluruh harta sedang aku gunakan untuk membeli bahan-bahannya dan aku kirimkan ke sana."
"Di mana rumahmu itu kau bangun..??" Tanya sahabat Abu Darda' penasaran.
Abu Darda' Radhiallahu'anhu pun menjawab dengan mantap dan meyakinkan.. "Di Surga."
Subhanallah.. laa haula wa laa quwwata illa billah.
Kisah ini.. adalah salah satu kisah di antara kisah yang paling membekas di hati saya. Saya pun teringat nasihat sebagian salafus sholeh.
Bahwa orang cerdas itu.. adalah mereka yang membangun kuburannya ketika masih hidup (dengan amal sholeh). Sementara orang yang bodoh.. adalah mereka yang ketika hidup, sibuk membangun megah rumahnya, tapi menghancurkan kuburannya.