Banyak yang merasa saya ini kuno, jadul, aneh dan kolot.
Di saat yang lain sudah aktif di tempat lain..saya masih tetap ada di Facebook.
Tanpa gambar, dan hanya tulisan panjang.
Kenapa??
Di antara alasan saya masih tetap setia menulis di FB dan tidak beranjak ke platform social media yang lain adalah..
Pertama..
karena saya meyakini, bahwa pelajaran melalui tulisan itu abadi.
Kitab-kitab ulama itu ditulis.
Bahkan kitab suci itu ditulis.
Tulisan itu membekas. Masuk ke dalam pikiran dan meresap ke dalam hati.
Saya menulis di layar digital..
Tapi semoga tulisan saya ini terpahat di hati yang membacanya selamanya.
Dan jika suatu saat saya tak ada lagi.. semoga saat teman-teman berkunjung ke sini. Teman-teman masih bisa membaca semua tulisan yang saya tinggalkan.. dan semoga itu menjadi amal jariyah saya di alam kubur.
Kedua..
Saya meyakini.. mereka yang masih bertahan di sini adalah mereka yang cinta literasi. Mau meluangkan waktu membaca tanpa terdistraksi oleh gambar, video dan suara.
Mereka yang membaca.. adalah mereka sedang berdialog dengan dirinya yang di dalam sana.
Mereka sedang berusaha mengoreksi apa yang salah. Kembali mencari arah menuju jalan yang seharusnya. Dan suara dalam hatinya yang selama ini butuh teman dialog, bisa mereka temukan lewat tulisan panjang.
Ketiga..
Saya memang tak punya banyak stok foto dan video. Jadi mohon maaf.. saya masih belum terbiasa difoto.
Masih kurang nyaman.
Jadi terima kasih atas banyak masukan kawan-kawan.
Tapi untuk sementara.. izinkan saya menikmati fase tenang ini dulu.
Fase menulis tanpa gambar. Tanpa suara.
Dan tanpa gimmick yang membuat lelah dengan gaya.
Meski tak lagi ramai seperti dulu.
Saya akan tetap menulis di sini.. mencari teman yang tetap mau sama-sama saling menasihati.
Sub-haanaka laa 'ilma lanaaa illaa maa 'allamtanaa, innaka antal-'aliimul-hakiim.
Di-like tidak di-like..??
Saya tetap akan menulis. Bi'idznillah.
Apakah selama ini tulisan saya bermanfaat??