Tinggi rendahnya kualitas kita tidak diukur dari seberapa tingginya gelar, atau posisi apa yang saat ini kita miliki. Bukan juga diukur darimana kita berasal dan kemana saja dulu kita belajar.
Di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala..
Kualitas manusia terbaik dinilai dari seberapa jauh persiapannya terhadap kehidupan akhiratnya.
Mereka yang hidupnya fokus untuk menyiapkan urusan akhiratnya, maka Alloh akan memandang mulia orang tersebut.
Seperti apapun keadaan fisiknya..
Dan bagaimana pun keadaan hartanya..
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah (Radhiallahu'anhu), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Alloh tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Alloh hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).
Dari hadits ini kita belajar.
Bahwa sesungguhnya.. orang yang tinggi kualitas kehidupannya adalah mereka yang hari ini berjalannya masih di bumi, hidupnya masih di dunia..
namun pikirannya, hatinya, perilakunya.. semuanya sudah terpaut ke akhirat.
Maka jadilah orang yang hidupnya bercita-cita tinggi untuk urusan akhiratmu.
Bukan lagi bicara tentang seberapa banyak yang dikumpulkan. Tapi bicaralah tentang berapa banyak yang nanti bisa dilaporkan kepada Alloh ﷻ.
"Ya Alloh.. ini harta yang aku sudah wakafkan."
"Ini majelis yang saya rawat."
"Ini anak-anak yang sudah aku ajarkan mengenal kekuasaanMu."
"Ya Rabb.. aku sudah begini, aku sudah begitu.. demi perjumpaanku denganmu."
Karena sejatinya..
Hari demi hari bagi kita adalah perjalanan menuju perjumpaan dengan Alloh untuk melaporkan semua perbuatan kita. Dan itu pasti.
Jangan sampai terkecoh untuk sibuk mengumpulkan hingga tidak menjadi manfaat.
Dan Jangan sampai salah menetapkan cita-cita hingga akhirnya semua berakhir sia-sia sebab hanya ditinggal sebatas dunia.