Nabi Nuh alaihissallam dan istrinya dulu baik-baik saja. Berumahtangga dengan baik, harmonis dan beranak keturunan.
Sampai akhirnya Nabi Nuh bicara tentang tujuan akhirat (atas perintah Alloh). Seketika semuanya berubah..
Tidak bersepakat, berjalan masing-masing dan akhirnya Alloh pisahkan keduanya.
Kalau ingin keluargamu adem-adem saja, jangan pernah bicara tentang akhirat.
Bicaralah terus tentang,
Mau liburan kemana..?
Mau makan apa..??
Mau ganti kendaraan model apa..?
Mau nyoba tempat hang out yang mana lagi..?
Kalau yang kau bicarakan hanya seputar itu saja, maka insyaallah tak akan ada gejolak yang berarti. Pasti akan terus penuh dengan kesenangan..
Tapi ketahuilah.. adem ayem yang seperti itu adalah adem ayem yang menipu dan melelahkan.
Kenapa menipu?? Karena sifatnya hanya sementara.. ya sebatas umur di dunia.
Kenapa melelahkan?? Karena sudah sifatnya urusan dunia, kalau sudah merasakan satu keadaan, pastilah ingin merasakan yang lebih lagi dan lebih lagi.
Habis tempe pingin sate..
Habis sepeda pingin Innova..
Tak ada ujungnya sebelum lubang hidung ditutup kapas dan badan dibungkus kafan.
Karena pada akhirnya..
Keluarga yang selamat dan tahan guncangan adalah keluarga yang sudah berani bicara akhirat dan menyatukan tujuan ke sana.
Kalau sudah satu visi satu tujuan.
Cekcok dikit akan mudah kembali redam..
Amarah yang tak terlalu penting akan mulai berkurang karena eman jika dibandingkan dengan tujuan yang besar. Yaitu Wajah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Mereka yang sudah mulai sama-sama bicara akhirat.. mungkin akan mulai sedikit berbeda caranya bersenang-senang.
Meski mungkin nampaknya tidak seperti orang-orang, tapi insyaallah jauh lebih tenang dan juga lebih erat ikatannya.
Jika belum mulai bicara tentang akhirat, cobalah memulai.
Di situ Alloh ﷻ akan mulai uji rumahtanggamu, Alloh akan uji pasanganmu.. sekaligus Alloh akan tunjukkan nanti, apakah memang dia benar-benar pasangan sejatinya atau bukan.
وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَا تَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِ يْمَا نٍ اَلْحَـقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَاۤ اَلَـتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ ۗ كُلُّ امْرِئٍ بِۢمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
"Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. At-Tur: 21)