Ada kalanya.. obat terbaik setelah kegagalan dan kejatuhanmu adalah diam dulu sejenak dan pergi mencari sepi.
Karena terkadang..
Di saat seperti itu, dekat dengan orang lain hanya akan menambah perasaan tak karuan.
Mungkin maksud mereka baik.. memberi nasihat, masukan atau semangat.
Tapi di era dimana kita habis terjatuh.. terlalu banyak suara adalah sebuah kebisingan yang semakin menghimpit kepala, memberatkan jiwa.
Ibarat kulit yang sedang meradang karena luka. Sentuhan paling lembut sekalipun tetap akan terasa sakit dan nyeri di saat itu.
Terlalu banyak menyaksikan orang dengan semua keceriaannya dan keberhasilan bisa jadi memancing munculnya iri dan kekecewaan.
Karenanya..
Jika kau sadar, bahwa dirimu sedang tidak baik-baik saja. Memilih diam dan menepi mencari sepi bukanlah hal yang salah untuk dilakukan.
Yang penting tetap jaga iman.
Tetap terus berdzikir dan hati tersambung kepada Alloh.
Sebagai Nabi Ya'qub ketika tak tahu lagi harus bercerita kepada siapa. Tak tahu harus berbuat apa..
Beliau memilih diam, dan menyambung hatinya kepada Alloh azza wa jala.
فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗ وَا للّٰهُ الْمُسْتَعَا نُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ
"maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Alloh saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."" (QS. Yusuf; 18)
Karena memilih sepi tanpa disandingkan denngan aktivitas mengingat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah pintu baru datangnya musibah yang lebih besar lagi bernama kekufuran.