Terkadang.. teramat jauhnya kebahagiaan singgah di hati kita. Bukan karena kita tak punya deretan barang mewah.
Bukan karena kita tak memiliki harta.
Bukan pula karena tak memiliki siapa-siapa.
Tapi karena ada noda dosa yang terbiarkan lama bersemayam di dalam hati. Nodanya terlalu banyak..
Hati pun mulai gelap dan cahaya kasih sayang Alloh tak lagi terasa di dalam sana.
Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam bersabda..
اسْتَفْتِ نَفْسَكَ ، اسْتَفْتِ قَلْبَكَ يَا وَابِصَةُ – ثَلاَثاً – الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِى الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ
“Mintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.” (HR. Ad Darimi & Ahmad)
Dosa itu selalu menggelisahkan.
Mengusir ketenangan.
Dan menjauhkan kebahagiaan.
Jika ada begitu banyak hal di sekelilingmu, tapi hatimu tak juga kunjung merasakan bahagia. Maka sesungguhnya, di antara hatimu dan kebahagiaan yang kau cari hanya butuh ISTIGHFAR.
Karena ternyata.. ada lubang di hati ini yang tak bisa diisi kecuali dengan bertobat kepada Alloh ﷻ.
Mengakui segala dosa dan kembali kepada Alloh. Kembali ke jalan yang diridhoiNya.
Dan merasakan kembali hidup yang "disentuh" Alloh dengan kasih sayangNya.