Hati-hati dengan penyakit hati yang satu ini..
Yaitu perasaan merasa pantas.
Pantas disanjung..
Pantas dinomer satukan..
Pantas diperhatikan..
Pantas dicintai..
Dan seterusnya.
Ketika kita merasa pantas, maka saat itulah hati jadi lebih mudah kecewa dan lama-lama rusak.
Mulai mudah menyalahkan semuanya.
Karena tidak memperlakukan dirinya dengan benar sebagaimana harapannya.
Alhasil.. tidak disapa?? Ngambek.
Tidak dipuji?? Marah.
Tidak dimuliakan?? Nuduh orang lain nggak punya adab.
Tidak dibalas jasanya?? Kecewa.
Ia merusak citra dirinya sendiri karena merasa pantas.
Dan jika diteruskan.. bukan hanya hubungan dengan manusia yang rusak. Bahkan hubungan dengan Alloh pun juga rusak.
Ketika di hadapan Alloh, kita merasa pantas diistimewakan sebagai hamba.
Doanya harus selalu cepet dikabulkan.
Merasa harus selalu mudah urusannya.
Merasa harus selalu lapang rezekinya.
Merasa harus selalu dapat pertolongan dengan cepat dan hidup penuh keajaiban..
Lha emang kita siapa??
Nabi??
Padahal.. dirinya sendiri pun tahu, kualitas ibadah dan keimanannya tak sehebat itu untuk kemudian jadi alasan hidupnya diistimewakan Alloh ﷻ.
Perbanyak istighfar dan tawadhu'.
Kita hanyalah manusia penuh dosa yang berulang kali diberi kesempatan memperbaiki diri. Dan itu sudah alhamdulillah.
Maka hati-hati kawan..
Jangan merasa pantas.
Karena merasa pantas ini pula yang dulu menjadi sebabnya Fir'aun mengaku tuhan.