Melupakan sakit hati itu memang nggak mudah..
Namun coba dulu pikirkan ini baik-baik..
Bahwa nyatanya..
Tidak ada satu pun besar dan hebat dalam sejarah manusia yang menyerah dengan ujian sakit hati..
Atau berhenti di proses baper saat ada pihak lain yang menyakiti hatinya.
Mereka menghadapinya, melawan rasa itu, mengambil keputusan (memaafkan atau mengabaikan), lalu melaluinya.
Menyimpan Kebencian adalah kerugian besar. Sebab selamanya kita akan terikat dan terjebak pada ilusi masa lalu.
Terhambat memikirkan masa depan.
Terganggu dalam melangkah maju..
Dan tak punya kendali atas pilihan jalan lain masa yang akan datang.
Selalu melihat ke belakang yang menguras energi batin ketika fokus mengingat rasa sakit yang kita dapatkan.
Maka, segeralah memaafkan kesalahan orang lain. Sebagaimana kita pun ingin Alloh ﷻ segera mengampuni dosa-dosa kita..
Saya belajar..
Bahwa keberhasilan, kesuksesan dan kemuliaan.. bukan untuk mereka yang terjebak dalam perasaan kecewa dan dendam terhadap masa lalu.
"Tapi kalau keinget suka masih sebel tadz.."
Tak apa.. itu manusiawi..
Kalau teringat sakitnya.. maka segera bisikan ke hati.
"Tenang wahai hatiku..
Yang membuatku marah adalah makhlukNya Alloh juga. Yang bisa jadi ia dibuat begitu agar aku bertumbuh dan lebih dewasa.
Dan yang terpenting, karena mereka, aku sekarang tahu rasa sakitnya dihina.
Sebab itu, mari kita segera sukses dan bermanfaat, agar bahkan yang menghina dan menyakiti pun kelak akan mendekat sebab membutuhkan kita."
Insyaallah hati akan tenang..
Kalau belum tenang juga. Sibukkan dengan dzikir dan baca Qur'an.
Bahkan sebenarnya. Ada kabar baik yang kita harus selalu ingat..
Di tengah masalah yang pelik sekalipun. Di tengah kesedihan dan sakit hati terhebat sekalipun.
Pasti sebenarnya selalu ada sisipan kebahagiaan yang Alloh selipkan untuk menghibur kita.
Entah teman yang lucu.
Pasangan yang baik.
Anak yang pinter.
Doa-doa orang sholeh yang terucap untuk kita.
Atau bahkan kadang.. kekonyolan orang lain yang terlihat oleh mata pun. Dan itu pun adalah hiburan yang Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berikan agar hati kita segera bahagia.
Dan dengan itu, sejenak kita bisa tersenyum atau tertawa. Lupa sama rasa sakit hatinya.
Inilah bukti bahwa Alloh tidak meninggalkan hambaNya.
Maka mudahlah memaafkan dan melupakan kebencian.