Terkadang hadirnya ujian dalam kehidupan kita, sebab Alloh ingin agar kenikmatan beribadah kembali hadir di dalam hati.
Betapa banyak orang yang lebih khidmat dalam dzikir dan doanya saat ia berada di kamar rumah sakit daripada dzikir dan do'a yang ia lantunkan tatkala ia duduk di dalam masjid.
Betapa banyak orang yang lebih syahdu bacaan Qur’annya saat ia membacanya di dalam sel penjara yang sempit dan pengab, daripada saat dia membaca Qur'an di dalam rumahnya yang lapang dan penuh kenyamanan.
Ada orang-orang yang bisa tiba-tiba khusyuk berdiri dalam sholatnya. Bisa berdiri lama tanpa ingat lagi rasa lelah, pegal dan malas saat ia kehilangan sesuatu dalam hidupnya.
Jangan selalu mengutuk takdir buruk yang Alloh ﷻ izinkan hadir dalam kehidupanmu.
Karena.. jika Alloh tak pernah mengirimkan ujian yang pedih dalam hidup, mungkin kita termasuk orang-orang yang lupa untuk bersujud.
Karena Alloh ﷻ tak akan mungkin menzholimi hamba-Nya. Kalaupun ada keburukan yang datang menyapa.. pastilah karena ulah tangan kita sendiri.
Tapi meskipun demikian.. Alloh tetap lebih besar Rahmat Kasih SayangNya daripada murka-Nya.
مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا فَلِنَفْسِهٖ وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّا مٍ لِّلْعَبِيْدِ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-(Nya)." (QS. Fussilat: 46)
Nikmati takdir yang sedang tidak baik-baik saja dengan penuh ridho di dalam hati..
Selama itu semua menghadirkan kembali nikmat beribadah, maka sejatinya itu adalah nikmat.