Salah satu kebiasaan yang kami pakai dalam mendidik anak-anak adalah..
Tidak langsung memberikan apa yang mereka minta saat itu juga meski kami Alloh berikan kemampuan (rezeki) untuk memberikannya.
Kami selalu memberikan jeda..
Kenapa??
Pertama..
Agar anak belajar, bahwa tidak semua hal yang kita inginkan harus terpenuhi. Bisa ada sekarang juga. Alhasil.. anak lupa akan proses.
Ini sekaligus mengajarkan anak tentang kesabaran. Mengelola hatinya, berdamai dengan keadaan ketika keinginannya tidak selalu terwujud.
Bahwa dunia tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Tapi ada hukum sebab akibat, proses dan juga konsekuensi yang harus dipenuhi dari setiap keinginan.
Kedua..
Agar anak memahami dan menghargai nilai suatu hal, barang, atau apapun yang diinginkannya dengan lebih tinggi.
Ia akan punya pandangan yang lebih baik atas apa yang diinginkannya saat nantinya ia mendapatkan itu.
Kalau segala sesuatu terlalu mudah didapatkan, tanpa perjuangan. Seringkali nilai suatu hal akan terasa remeh, tidak istimewa dan murahan.
Dan biasanya di moment ini.. kami ajak untuk melakukan sesuatu. Atau menyusun rencana untuk memenuhi apa yang diinginkannya.
Bisa ngajak mereka dagang biar dapat penghasilan untuk dikumpulkan.
Atau kami berikan challenge yang berujung pada hadiah jika mereka komitmen dan istiqomah.
Segala hal yang diperoleh dengan perjuangan pasti akan jauh lebih berharga.
Ketiga..
Ini yang terpenting. Menunda memenuhi keinginan bisa jadi waktu untuk kami mengajarkan dan menguatkan tauhid ke anak-anak.
Agar mereka tahu,.
Bahwa apapun yang kita dapatkan, bukan dari Bapakmu. Bukan dari Ibumu.
Tapi dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Biasanya kalau anak-anak kami meminta sesuatu.. saya akan mengatakan.
"Kakak/ adik pingin ini??
Yuk.. kita sama-sama berdoa kepada Alloh. Agar Alloh lancarkan rezeki kita, rezeki ayah-bunda. Agar nanti bisa membelikan apa yang Kakak/ adik inginkan. Rajin sholat ya nak.. rajin berdoa dan berharap kepada Alloh.. Agar Alloh ijabah doa dan harapan kita."
Mungkin terlihat sederhana..
Tapi menunda memenuhi keinginan anak. Tidak harus sekarang. Adalah salah satu cara mengajarkan anak untuk paham tentang apa itu sabar, proses dan penguatan iman kepada Alloh.
Agar nanti ketika dewasa.. tidak mudah memaksakan kehendak yang berujung pada menyengsarakan orang lain. Atau bahkan menjadikan anak-anak kita tak tahu malu karena dengan mudahnya ngakali norma dan aturan demi terwujudnya keinginan sekarang juga.
Apalagi sampai bikin heboh 1 negara.
Misalnya lho ya.. misal..
Karenanya Alloh ﷻ berfirman..
اِنَّمَاۤ اَمْوَا لُـكُمْ وَاَ وْلَا دُكُمْ فِتْنَةٌ ۗ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Alloh pahala yang besar." (QS. At-Taghabun: 15)