Termasuk nasihat yang selalu saya ulang ke diri saya sendiri dan kepada keluarga saya adalah..
Hiduplah dengan ukuran yang tidak terlalu membebani hati, memusingkan pikiran dan memberatkan hisab.
Belajar senang dengan yang sederhana. Dan belajar bahagia dengan yang biasa.
Kalau pun Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberikan lebih.. biar itu jadi wasilah rasa syukur yang makin besar. Dan tambahan rasa senang.
Namun jangan sekali-kali biasa meletakkan syarat senang dan bahagia di level yang teramat tinggi dan di luar kemampuan diri.
Andai pun bisa..
Sebisa mungkin hindari. Karena itulah zuhud.
Dan lagi..
Jangan pernah serahkan baik tidaknya cara hidupmu pada kata orang lain.
Dan jangan serahkan kualitas ukuran bahagia tidaknya hatimu pada penilaian orang lain.
Bahagia lah dengan ukuran dan kemampuanmu.
Ukurlah enak tidaknya makanan di piringmu dengan ukuran kesanggupanmu.
Gunakan uangmu secukupnya.
Jangan buang pada sesuatu yang lebih mahal hanya karena orang lain punya. Padahal sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkannya.
Jangan banyak melihat nikmatnya orang lain, biar gak gampang kepengen.
Dan jangan terlalu banyak mendengar penilaiannya orang lain, biar tidak kehilangan rasa syukur.
Lebih baik pakai hartamu untuk menyiapkan akhiratmu, melapangkan kuburmu dan meringankan hisabmu. Karena di situlah kebahagiaan yang paling abadi.