Salah satu saran dari guru kami yang saya ingat adalah..
Jangan terlalu senang terlibat dalam masalah keluarga orang lain.
Meskipun niatmu baik sekalipun, di mata orang yang salah.. nama kita justru akan dikisahkan menjadi tokoh jahat dalam rangkaian ceritanya.
Dan benar saja..
Pernah dalam satu kejadian, saya terkena dampak dan difitnah oleh sebagian orang karena dianggap berada di balik keputusan pihak laki-laki yang tega menyakiti istrinya.
Padahal hanya berniat memberi masukan dan saran untuk mengambil langkah-langkah terbaik bagi kedua belah pihak.
Karenanya, dari situ saya belajar..
Kurangi rasa ingin tahu jika itu terkait urusan rumah tangga orang lain.
Jika dimintai bantuan, pastikan mereka datang berdua dan berniat meminta nasihat, bukan sekedar mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.
Jika kita termasuk orang awam yang tak punya dasar ilmu dalam urusan rumah tangga, menghindar (untuk terlibat) adalah langkah paling bijaksana yang seharusnya diambil.
Serahkan setiap urusan kepada ahlinya.
Jangan kepo dan sok tahu.
Tidak harus menjadi yang pertama tahu dalam segala hal. Apalagi dalam urusan aib orang lain.
Jadi orang yang pertama tahu aib orang lain itu bukanlah sebuah prestasi.