Kawan.. mungkin ini menyakitkan, tapi maaf.. saya harus sampaikan.
Bahwa masalah yang kau keluhkan hari ini. Masalah yang sedang kau hadapi. Atau apapun kesulitan hidup yang hari ini kau rasakan..?
Tidak akan berakhir dan menemukan titik terangnya sebelum akhirnya dirimu mampu bangun di malam hari. Sholat dan bermunajat kepada Alloh.
Jika apa yang selama ini kau sebut masalah, problem, musibah, petaka atau dengan apapun kau menamainya..
Tak juga mampu membuatmu bangun di malam hari untuk berdoa, bermunajat dan menangis dalam doa kepada Alloh ketika banyak manusia saat itu sedang tertidur??
Apapun masalah yang tidak membuatmu bangun malam, berarti itu belumlah masalah.
Maka Alloh akan mengirimkan yang jauh lebih sakit, yang lebih berat dan yang lebih melelahkan dari apa yang sudah kau sebut dengan masalah tadi.
Karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sedang ingin "membuatmu habis".
Habis dari rasa ketergantungan dengan ilmu, dengan akal, dengan teman, kenalan.
Alloh ingin membuatmu habis..bis..bis, sampai tak punya apa-apa lagi. Hingga akhirnya mau kembali untuk mulai memperbaiki hubungan denganNya.
Karena Alloh ingin membuat kita "notice" dengan undanganNya yang istimewa.
Jika dipanggil dengan lembut tak segera nyaut.. mungkin mulai dengan teriakan.
Jika teriakan tak juga didengar..?
Maka jangan salahkan jika harus dilempar batu agar kita menoleh.
Kalau dilempar batu tak juga menoleh, jangan kaget jika akan ada yang lebih besar lagi yang datang untuk memastikan bahwa kita sudah "Pay Attention".
Maka siapapun yang segera sadar di panggilan yang pertama, dia adalah orang yang beruntung.
Alloh ﷻ tak perlu harus membuatmu berjibaku dan berperih rasa dengan semua masalah hidup yang semakin hari semakin berat dan melelahkan hati.
Maka sebenarnya..
Salah satu cara untuk membuat masalah tidak bertambah rumit.
Persoalan-persoalan tidak semakin bertambah sulit.
Musibah tidak semakin terasa sakit.. Adalah dengan bersegera datang memenuhi panggilan Alloh ﷻ.
Hidupkan malammu, dan jawab panggilan Alloh dengan khusyukmu berdiri di tengah malam.
Lalu jatuhkan air matamu dengan segala kerendahan hati.
Memintalah dengan rasa malu. Dan akui kelemahan dan ketidakmampuanmu menghadapi semua itu.
Lalu menyerahlah dan berkata..
"Ya Alloh.. hanya Engkau puncak dari segalanya. KepadaMu aku kembali dan kepadaMu pula aku mengembalikan segala urusanku."
وَاَ نَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰى
"dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu)," (QS. An-Najm: 42)
"Hamba tunduk.. hamba ngikut..
Dan biarkan hati ini ridho dengan semua alur cerita yang Kau tetapkan.
Kini, dan selamanya.
Jika baik.. Maka esok aku akan tetap hidup dengan selamat. Jika pun buruk sebagaimana ketetapanMu, toh aku akan kembali kepadaMu sebagai hamba."
اِنْ كُلُّ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ اِلَّاۤ اٰتِى الرَّحْمٰنِ عَبْدًا
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Alloh) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." (QS. Maryam: 93)